Thursday, April 9, 2015

Dunia Baru di Masa Kuliah

Banyak orang bilang kalau kuliah itu masa transisi manusia dari setengah matang menuju tiga-perempat matang. Di perkuliahan banyak juga yang dipelajari. Misalnya kita ketemu sama orang-orang dari berbagai daerah dengan kebiasaan yang jauh berbeda dengan kebiasaan kita dulu. Ada orang yang jadi lebih baik di masa kuliah, ada juga yang turun menjadi lebih buruk, apalagi untuk sebagian perantau yang baru mengenal dunia luar. Terkadang saya menemukan banyak orang yang sedang mencari jati dirinya yang baru di dunia perkuliahan. Bisa dibilang pencarian jati diri kedua setelah orang bilang masa SMP adalah masa mencari jati diri seseorang.

Saya melihat di sekitar saya apa yang diceritakan oleh orang tua yang sering saya ajak sharing pada saat masih di kampung halaman itu nyata dan saya membuktikan dengan kedua mata saya sendiri. Semua perasaan bercampur aduk, heran, sedih, bimbang, senang, bahagia, haus akan dunia, marah, semuanya jadi satu. Perubahan-perubahan yang saya tidak inginkan malah banyak terjadi di masa ini. Kesedihan yang mendalam melihat teman-teman yang dulu saya kenal bukanlah seperti teman-teman pada saat kami ngerumpi dulu di masa sekolah. Bahkan kawan yang sudah bersama dari semenjak pertama masuk sekolah dasar sampai sekarang-pun berubah. Ini yang tidak saya inginkan.

Pada masa kecil hingga sekarang, saya banyak melihat perubahan manusia. Dari kekanak-kanakan, hingga terkesan banyak gaya sampai akhirnya berubah lebih baik hingga kembali ke jalan yang tidak direstui mayoritas orang tua. Roda kehidupan ini terus berputar hingga manusia itu "kembali" atau sudah bingung harus berbuat apa saat menjadi orang yang sangat tua. Sebenarnya pengalaman sangat diperlukan di dalam kehidupan agar mengerti mana yang salah dan mana yang benar, tetapi ada beberapa pengalaman atau rasa keingintahuan yang harus sangat dihindari, karena jika anda berani-berani masuk ke lingkaran tersebut, anda seperti berada di lintasan bulat yang tidak mempunyai jalan menuju pit stop atau garis finish hingga anda celaka atau diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa melalui orang-orang di sekitar anda.

Rasa ingin tahu manusia mungkin sedang memuncak untuk kali ke sekian di masa ini. Meskipun pahit melihat kenyataan tersebut, tapi apa daya semua bukan hak saya untuk melarang segala sesuatunya. Mungkin hati dan emosi ini terkejut melihat semua perubahan manusia di sekeliling saya berubah, atau karena saya bukanlah mereka?

Setiap ada kawan yang datang dari kota lain, saya selalu bertanya-tanya tentang kehidupan perkuliahannya. Entah itu kehidupan sosial, maupun keadaan daerah yang ditinggali oleh kawan-kawan saya. Siapapun saya tanya bagaimana kehidupannya di sana, untuk mempelajari apa yang didapat kawan saya di daerah lain. Ternyata banyak juga yang mengalami kehidupan seperti ini, dimana terkadang seseorang harus bergabung sebagai minoritas diantara kaum mayoritas. Bahkan pernah saya berpendapat kalau dunia ini lebih mencintai keburukan pada jaman sekarang.

Dari kota kecil ke kota besar, ternyata inilah kerasnya kehidupan yang disebut-sebut oleh banyak orang. Ternyata stres dan kesedihan bercampur dengan bahagia dan suka cita di sini, ya sebenarnya perasaan seperti ini tidak beda jauh dengan waktu dulu, tetapi perasaan seperti ini datangnya lebih kuat. Saya melihat banyak orang yang berjuang untuk mencoba menjalani hidup sendiri dengan mengurangi atau merasa cukup dengan pemberian orang tua, tetapi tidak sedikit juga yang masih mencari arti bahagia di kehidupan dengan cara yang salah. Saya tidak 100% benar, saya di sini hanya mengamati karena saya masih berada di antara kedua golongan tadi.

Sering kali manusia terlalu mendengarkan apa yang orang lain mau. Media massa sekarang malah menjadi racun sekarang untuk banyak kelakuan buruk generasi muda. Sampai otak ini bingung harus memutar otak bagaimana lagi untuk mengajak kawan-kawan ini untuk meninggalkan hal-hal buruk yang bisa mengecewakan orang tua yang membesarkannya. Coretan-coretan kemurkaan dan kebodohan juga banyak saya temui di fasilitas umum. Banyak orang yang mencari "orang yang berpendidikan" tanpa melihat latar belakang kehidupan pendidikannya dan apa yang telah mereka jalani. Mungkin di sini fungsi KEPERCAYAAN adalah yang utama dengan percaya bahwa seseorang dapat berubah menjadi lebih baik.

Terkadang kebencian ini meluap dan ingin bertanya kepada seluruh kawan, "mengapa kalian berubah di saat kuliah?" tetapi kadang akal sehat menyadarkan emosi ini bahwa  itu bukanlah hak manusia untuk melarang manusia lain selain keluarganya. Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa hidup itu hanya persinggahan seseorang menuju satu tujuan dan semua yang ada di alam semesta semata-mata hanyalah milik TUHAN YANG MAHA ESA.