Showing posts with label My Stories. Show all posts
Showing posts with label My Stories. Show all posts

Friday, March 17, 2017

Kesalahan

Udah lama engga nulis blog. Orang-orang juga udah pindah ke vlog. Mungkin blog juga udah mulai engga diminatin kali ya untuk orang yang nulis cerita. Selain itu, hidup yang saya rasa semakin datar. Saya terlena dengan nyamannya posisi saya sekarang. Dan ini adalah sebuah kesalahan. Bergeraklah maju. Karena sungguh rasa bersalah karena kesalahan itu tidak akan nyaman buat hari-hari kita. Jangan pernah ingin melakukan kesalahan. Karena ini adalah...

K E S A L A H A N

Sunday, November 15, 2015

Sulit

Terlalu sulit mengerti orang lain saat merasa diri sendiri tidak ada yang mengerti. Terlalu sulit menerima hidup itu santai dan mudah saat melihat kejahatan ada di depan mata. Terlalu sulit menaati peraturan saat di sekitar kita sendiri melanggar peraturan. Terlalu sulit memberi saat diri sendiri merasa tidak cukup. Terasa sulit menghadapi kenyataan saat diri sendiri hidup di kehidupan yang semu. Terlalu sulit merima kehadiran orang lain di saat diri sendiri merasa tidak ada yang menerima.

Thursday, April 9, 2015

Dunia Baru di Masa Kuliah

Banyak orang bilang kalau kuliah itu masa transisi manusia dari setengah matang menuju tiga-perempat matang. Di perkuliahan banyak juga yang dipelajari. Misalnya kita ketemu sama orang-orang dari berbagai daerah dengan kebiasaan yang jauh berbeda dengan kebiasaan kita dulu. Ada orang yang jadi lebih baik di masa kuliah, ada juga yang turun menjadi lebih buruk, apalagi untuk sebagian perantau yang baru mengenal dunia luar. Terkadang saya menemukan banyak orang yang sedang mencari jati dirinya yang baru di dunia perkuliahan. Bisa dibilang pencarian jati diri kedua setelah orang bilang masa SMP adalah masa mencari jati diri seseorang.

Saya melihat di sekitar saya apa yang diceritakan oleh orang tua yang sering saya ajak sharing pada saat masih di kampung halaman itu nyata dan saya membuktikan dengan kedua mata saya sendiri. Semua perasaan bercampur aduk, heran, sedih, bimbang, senang, bahagia, haus akan dunia, marah, semuanya jadi satu. Perubahan-perubahan yang saya tidak inginkan malah banyak terjadi di masa ini. Kesedihan yang mendalam melihat teman-teman yang dulu saya kenal bukanlah seperti teman-teman pada saat kami ngerumpi dulu di masa sekolah. Bahkan kawan yang sudah bersama dari semenjak pertama masuk sekolah dasar sampai sekarang-pun berubah. Ini yang tidak saya inginkan.

Pada masa kecil hingga sekarang, saya banyak melihat perubahan manusia. Dari kekanak-kanakan, hingga terkesan banyak gaya sampai akhirnya berubah lebih baik hingga kembali ke jalan yang tidak direstui mayoritas orang tua. Roda kehidupan ini terus berputar hingga manusia itu "kembali" atau sudah bingung harus berbuat apa saat menjadi orang yang sangat tua. Sebenarnya pengalaman sangat diperlukan di dalam kehidupan agar mengerti mana yang salah dan mana yang benar, tetapi ada beberapa pengalaman atau rasa keingintahuan yang harus sangat dihindari, karena jika anda berani-berani masuk ke lingkaran tersebut, anda seperti berada di lintasan bulat yang tidak mempunyai jalan menuju pit stop atau garis finish hingga anda celaka atau diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa melalui orang-orang di sekitar anda.

Rasa ingin tahu manusia mungkin sedang memuncak untuk kali ke sekian di masa ini. Meskipun pahit melihat kenyataan tersebut, tapi apa daya semua bukan hak saya untuk melarang segala sesuatunya. Mungkin hati dan emosi ini terkejut melihat semua perubahan manusia di sekeliling saya berubah, atau karena saya bukanlah mereka?

Setiap ada kawan yang datang dari kota lain, saya selalu bertanya-tanya tentang kehidupan perkuliahannya. Entah itu kehidupan sosial, maupun keadaan daerah yang ditinggali oleh kawan-kawan saya. Siapapun saya tanya bagaimana kehidupannya di sana, untuk mempelajari apa yang didapat kawan saya di daerah lain. Ternyata banyak juga yang mengalami kehidupan seperti ini, dimana terkadang seseorang harus bergabung sebagai minoritas diantara kaum mayoritas. Bahkan pernah saya berpendapat kalau dunia ini lebih mencintai keburukan pada jaman sekarang.

Dari kota kecil ke kota besar, ternyata inilah kerasnya kehidupan yang disebut-sebut oleh banyak orang. Ternyata stres dan kesedihan bercampur dengan bahagia dan suka cita di sini, ya sebenarnya perasaan seperti ini tidak beda jauh dengan waktu dulu, tetapi perasaan seperti ini datangnya lebih kuat. Saya melihat banyak orang yang berjuang untuk mencoba menjalani hidup sendiri dengan mengurangi atau merasa cukup dengan pemberian orang tua, tetapi tidak sedikit juga yang masih mencari arti bahagia di kehidupan dengan cara yang salah. Saya tidak 100% benar, saya di sini hanya mengamati karena saya masih berada di antara kedua golongan tadi.

Sering kali manusia terlalu mendengarkan apa yang orang lain mau. Media massa sekarang malah menjadi racun sekarang untuk banyak kelakuan buruk generasi muda. Sampai otak ini bingung harus memutar otak bagaimana lagi untuk mengajak kawan-kawan ini untuk meninggalkan hal-hal buruk yang bisa mengecewakan orang tua yang membesarkannya. Coretan-coretan kemurkaan dan kebodohan juga banyak saya temui di fasilitas umum. Banyak orang yang mencari "orang yang berpendidikan" tanpa melihat latar belakang kehidupan pendidikannya dan apa yang telah mereka jalani. Mungkin di sini fungsi KEPERCAYAAN adalah yang utama dengan percaya bahwa seseorang dapat berubah menjadi lebih baik.

Terkadang kebencian ini meluap dan ingin bertanya kepada seluruh kawan, "mengapa kalian berubah di saat kuliah?" tetapi kadang akal sehat menyadarkan emosi ini bahwa  itu bukanlah hak manusia untuk melarang manusia lain selain keluarganya. Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa hidup itu hanya persinggahan seseorang menuju satu tujuan dan semua yang ada di alam semesta semata-mata hanyalah milik TUHAN YANG MAHA ESA.

Friday, January 16, 2015

Cerita Fakta dan Cerita Bualan

Setelah beberapa waktu sibuk dengan dunia kuliah, kembali lagi saya mengingat aktivitas untuk mengisi blog saya yang kurang lebih sudah setahun libur. Setelah sibuk mengerjakan tugas dari perkuliahan, kini saatnya untuk menulis cerita dalam waktu yang telah lewat. Inti dari cerita berikut adalah tentang kepercayaan. Pada jaman ini, banyak orang yang melakukan kebohongan demi berbagai alasan kepentingannya. Dan saya salah satu dari sekian banyak orang yang bingung dengan cerita saya sendiri. Dalam arti apakah cerita saya terdengar bualan atau memang orang yang mendengarnya percaya cerita saya adalah fakta yang telah terjadi.

Tidak saya pungkiri kalau banyak di lingkungan saya tersebar orang yang berbicara tentang sesuatu yang tidak pernah ia alami. Beberapa orang yang melakukan pencitraan memiliki berbagai alasan, salah satunya agar dapat diterima di sebuah lingkungan. Itulah alasan yang menggoyahkan saya untuk meyakini orang-orang yang mendengar cerita saya itu menganggap cerita-cerita ini adalah bualan belaka.

Pernah beberapa kali saya pulang-pergi Depok-Cirebon dengan menggunakan sepeda motor tanpa ditemani orang lain dan hanya bermodal alat navigasi dari HP. Saat pertama kali melakukan perjalanan, saya nekat saja cuma bermodal aplikasi navigasi dari HP tanpa mengetahui kebenaran tentang rute yang saya jalani. Artinya, saya benar-benar buta arah. Baru beberapa saat di jalan saja sudah terguyur hujan, pada waktu itu sore hari sekitar habis Ashar. Lalu saya sempat tersesat di daerah Bekasi karena sinyal GPS dari HP saya itu tidak akurat. Lalu saya melewati sebuah sungai atau kali yang besar di Bekasi dengan kondisi yang gelap (karena waktu itu sudah malam) dan akhirnya sampai di kontrakan teman saya di depan Graha Insan Citra, RTM, Depok. Lalu beberapa kali pulang-pergi, saya masih tetap mengandalkan HP dengan bantuan GPS dan mendengarkan instruksi dari HP melalui navigasi suara HP dengan menggunakan headset. Dan jujur, saya belum hatam beberapa patokan penting Depok-Cirebon. Beberapa orang bertanya arah mana yang saya ambil, saya cuma bisa menceritakan ciri-ciri jalan yang saya lewati tanpa tahu persis ada di daerah mana saya waktu itu.

Lalu beberapa kali saya cerita tentang kehidupan saya di Cirebon. Beberapa orang mungkin tidak percaya, dan terkadang saya suka bertanya kepada orang yang saya ceritakan pengalaman saya, apakah mereka percaya atau tidak. Percaya atau tidaknya mereka sebenarnya bukan masalah, karena hidup yang saya jalani bukan cerita yang didapat orang lain. Tetapi terkadang terasa lucu ketika melihat orang lain antara percaya dan tidak dengan cerita saya tersebut.

Lalu saya sempat beritahu tentang Bapak saya yang namanya mulai dikenal oleh beberapa orang karena beliau merupakan seorang guru di sebuah organisasi bela diri. Mungkin beberapa orang hanya sebatas mengiyakan saja. Kembali saya senyum-senyum sendiri kalau melihat reaksi yang seperti itu, hehehe.

Lalu saya bercerita tentang masa lalu saya yang naik dan turun. Saya ceritakan juga bagaimana kondisi saya yang sekarang. Terkadang juga lucu saat orang mungkin bingung dengan cerita saya. Mungkin bagi beberapa orang cerita-cerita saya ini terlalu tinggi untuk menjadi kenyataan ya? Entahlah, sebenarnya saya hanya menceritakan pengalaman saya yang sudah terjadi saja.

Di Depok sudah mau masuk semester 4 perkuliahan. Saya sudah memiliki pengalaman juga di sini. Mulai dari mengenal jalan, mengenal kondisi lalu lintas, dan mengenal jadwal kapan ada razia kendaraan di satu titik. Saya juga sudah punya kehidupan yang baru, tetapi tetap tidak akan melupakan kawan-kawan lama saya yang sudah menjadi 'sohib banget' pokoknya. Wakuncar dari Depok ke Bogor, kalau cerita yang ini mungkin masih banyak orang yang percaya karena jaraknya tidak terlalu jauh juga. Akhirnya saya tahu bagaimana kondisi di kota lain dan apa saja budaya yang terlihat sekilas pandang.

Sebenarnya waktu kecil, saya jarang berpergian. Menghabiskan masa kanak-kanak di Sumber, Kabupaten Cirebon, perjalanan sekurangnya setahun sekali dengan keluarga ke Bandung. Jakarta adalah kota yang cuma hitungan jari saya kunjungi pada waktu kecil, Bahkan jalan dari Cirebon ke rumah almarhum kakek-nenek yang di Bandung saja saya tidak tahu sampai saya melakukan perjalanan sendiri bermodal GPS HP dan sepeda motor beserta nekat yang boleh dikatakan gila untuk umur dan pengalaman saya waktu itu. Jadi, saya sendiri terkadang heran, apakah semua itu memang terjadi? Mengingat masa kecil saya yang jalan berpergian ke luar kota. Yang jadi permasalahan itu adalah soal kepercayaan. Yang saya takutkan, dengan ketidakpercayaan mereka tentang cerita saya, mereka jadi hilang kepercayaannya terhadap saya. Saya akui memang saya orangnya kepo, kepengen nyaho kalau udah urusan sosial, hehe.

Jika saja apa yang saya ceritakan menurut pembaca adalah sekedar bualan tanpa fakta yang dapat dipercaya, itu hak pembaca. Saya hanya berpikir, apakah kejujuran di dunia ini memang pahit diterima, atau menyakitkan hati orang jika seseorang mengetahuinya? Apakah kepercayaan orang tentang kejujuran hanya sebatas jawaban 'ya' di mulut tanpa keyakinan dalam hati? Entahlah. Karena saya sejak kecil dididik orang tua untuk jujur dan bertanggung jawab atas segala kebebasan yang orang tua saya percayakan :)

Saturday, July 31, 2010

Apes di Hari Sabtu

Hari ini, dari mulai pagi sampai pulang sekolah saya benar-benar merasakan kesialan yang menurut saya tidak menyenangkan. Pertama, dari pagi saya bangun tidur, saya tidak bisa bangun pagi saat menginap di rumah teman. Saat saya sampai di rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah, waktu sudah menunjukkan pukul 6.00 dan saya punya janji dengan 2 orang teman saya, tapi saat saya berangkat untuk melakukan janji itu, malah teman saya sudah berangkat terlebih dahulu dan akhirnya saya telat ke sekolah. Saya di suruh berdiri selama beberapa belas menit! Ini semua karena saya merasa mules dan harus menuntaskan itu dengan segera, akhirnya banyak waktu yang terbuang. Tercatatlah nama saya sebagai siswa yang terlambat di sekolah.

Tapi ada kesialan lain lagi yang menunggu saya. Minggu kemaren, saya mengikuti kelas untuk audisi bahasa Inggris dan parahnya tidak ada satupun yang memberi tahu saya untuk mengerjakan tugas dari kelas speaking Bahasa Inggris. Harusnya saya membawa foto tentang keluarga dan pengalaman yang berkesan di foto, tapi naas tidak ada yang memberitahu saya satupun dari anak kelas X3. Dengan logat yang sok dibutuhin, guru itu  marah-marah dengan gerak bibir belepotan dalam pengucapan bahasa Inggris. Inilah yang membuat saya bad mood hari ini, guru yang selalu mau dibenarkan dan murid yang selalu tidak boleh protes! Mana bentuk negara demokrasi? Apa seperti ini? Saya merasa kesal sekali dengan guru itu!

Tak tahu takdirnya atau memang ini kesalahan saya, kesialan datang lagi. Saat bel istirahat berbunyi, kantin yang biasanya saya kunjungi untuk membeli makanan, ternyata tutup. Akhirnya saya harus ke kantin yang ramainya tidak terkira yang saya sendiri tidak suka keramaian. Tapi dengan terpaksa saya cuma membeli minum saja, karena kursi dan meja untuk makan sudah dipenuhi oleh kakak-kakak kelas dan teman-teman saya yang lain yang sedang makan di kantin itu. Perut masih terasa lapar karena saya hanya bisa meminum teh dalam kemasan gelas.

Kesialan saya masih berlanjut, bukan hanya sampai disini saja kejadiannya. Dua jam pelajaran terakhir diisi dengan pelajaran sejarah. Kebetulannya lagi, pelajaran sejarah kali ini diisi dengan ulangan. Saya menjawab 7 soal dari 10 soal, dan ternyata yang benar hanya 1 buah nomor saja! Nilai yang tercatat  cuma 10 dari yang harusnya 100, ini memang hari sial saya mungkin, atau Allah sedang menguji saya hari ini. Terasa berat, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berdoa dan bersabar.

Yang lebih mengherankan lagi, barang-barang produksi yang seharusnya ada di gudang pabrik sekarang ada di garasi rumah saya. Saya tidak tahu-menahu tentang usaha bapak saya tersebut. Tidak ada yang cerita tentang usaha ini sekarang. Yang saya dengar hanya cerita saat beberapa minggu yang lalu. Sampai sekarang, saya cuma bisa duduk dan browsing internet di rumah, sendirian, membosankan! Saya tidak tahu apa yang akan terjadi lagi setelah ini. Yang jelas, sesudah itu, saya menemukan tidak ada makanan sama sekali, cuma ada nasi yang telah matang tanpa masakan yang lain, ataupun bahan-bahan masakkan yang harusnya bisa saya olah menjadi makanan. Semoga Allah memberikan saya ketenangan dan kebahagiaan di hari esok, lusa, satu minggu ke depan, satu bulan kedepan, bahkan kalau bisa sampai satu tahun ke depan atau selamanya. Amin...

Thursday, July 15, 2010

Hari Pertama di X.3

Waduh di kelas udah sukses bergaul sama anak yang lain. Untung saya dapet kelas yang asik, anaknya ngga badeg, alim, tapi ada juga yang abulim. Tapi ngga apa-apa, saya bersyukur karena disana saya sudah punya banyak teman baru lagi. Semuanya suasana baru, dari seragam, sampai lingkungannya juga sudah lebih baik. Anak-anak yang lebih dewasa, kantin yang lebih banyak dari di SMP, semuanya sekilas terlihat asik. Di X.3, insya Allah saya punya teman-teman yang solid yang tidak memandang dalam pertemanan. Yaaaa walau tetap jadi korban menjadi wakil ketua murid di X.3, saya tetap menikmati suasana di kelas. Di kelas memang membuat kantuk datang melanda saat guru masuk, tapi saat tidak ada guru, semangat pun hadir kembali. Semuanya menyenangkan dan semoga semuanya akan menjadi indah di kelas ini. X3 :)

Wednesday, July 14, 2010

MOS SMA Negeri 1 Cirebon

Waduh 3 hari emang kerasa banget buat ngejalanin MOS yang katanya berat untuk dijalanin pas kita disuruh nyari-nyari barang yang harus dibawa pas MOS. Tapi akhirnya, niat saya yang semula cuma ingin mengikuti MOS di awal saja, akhirnya terpatahkan. Saya resmi menjalankan 3 hari berturut-turut MOS yang diadakan di SMA Negeri 1 ini. Mempin pasukan dan memberi komando penghormatan kepada pemimpin upacara di waktu MOS memang momen yang langka dan didapatkan cuma sekali seumur hidup karena kita juga ngga akan ngikutin MOS SMA dua kali kan? Iya lah jelas, karena kalau kita dikeluarin dari sekolah juga kan ngga ikut MOS lagi, tapi naik bersyarat. Waduh emang sih awalnya gerogi, tapi saya coba percaya diri dan akhirnya saya bisa! Yeeesssss! Walaupun ada sedikit kesalahan, tapi tak apalah karena saya memang bukan pemimpin pasukan yang sebenarnya.

Resmi jadi anak SMA Negeri 1 Cirebon berarti harus naatin semua peraturan yang ada kayanya. Semuanya bakal dijalanin disini, 3 tahun insya Allah akan gue laluin disini, lebih-lebihnya ya kita lihat nanti saja barangkali memang ada kendala saat naik kelas, tapi saya yakin saya bisa untuk menjaga semuanya baik. Di sekolah, nanti saya akan menjadi diri sendiri, lebih mendewasakan diri, lebih membangun kebersamaan, dan semuanya akan saya jalanin dengan insya Allah sepenuh hati. Ya doakan saja biar semuanya lancar. Oh iya saya lupa, nama saya tercatat di kelas X.3 bersama banyak siswa lainnya dari berbagai asal SMP. Untungnya, karena saya berkali-kali maju menampakan wajah, anak-anak di kelas jadi tahu siapa saya dan saya bisa dekat dengan mereka karena memang saya masih punya sedikit masalah dalam menjalin pertemanan baru, yaitu kurang PeDe dalam mengajak berbicara orang lain yang baru kenal. Insya Allah saya disini akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan saya akan giat belajar serta memperkecil kesalahan-kesalahan yang dulu saya pernah lakukan pada saat di SMP beberapa tahun yang lalu. Amin, amin, amin...

Thursday, June 10, 2010

Kita Lihat Nanti

Hari ini, sekitar jam 10 kita obrolin tentang masalah yang kemaren kemaren. Membicarakan tentang persahabatan yang dulu kuat dan akhirnya terpecah cuma karena satu masalah yang dilebih-lebihkan. Reza, itulah nama sahabat yang dulu selalu dekat dengan saya beserta teman-teman saya yang lain. Entah mengapa dia tidak pernah mau merasa bersalah terhadap semua sahabat-sahabatnya yang telah ia sakiti bahkan ia marahi. Dia tidak pernah merasakan salah dan tidak pernah mau minta maaf. Dia bilang saya dan teman-teman cuma bisa membicarakan keburukannya dari belakang, kenyataannya dulu saya dijauhi oleh dia tanpa alasan yang saya tau. Dia tiba-tiba menjauh, dan untungnya saya sadar kalau dia marah dan saya langsung cari tahu apa penyebabnya. Tapi saya langsung mencoba meminta maaf dan mencoba merubah semua sikap saya, tidak seperti dia yang tidak mau disalahkan.

Kejadiannya karena waktu itu, Romi dan Reza keluar bersama ke suatu tempat yang dulu kami sering tempati untuk melihat-lihat suasana malam yang asik. Romi meminjam ponsel Reza untuk mengirim sms kepada saya, lalu Reza menanyakan semuanya. Semua yang telah saya, Ahan dan Romi bicarakan malam kemarin sebelum kejadian itu. Romi berkata bahwa memang kami membicarakan tentang perubahan Reza yang sekarang kami rasakan, namun Reza malah marah dan mengirimkan sebuah pesan yang tidak singkat dan juga tidak panjang kepada kami bertiga. Dia mengerahkan seluruh kepintarannya untuk mengeluarkan kata-kata tajamnya dan kamipun menjawab semua pesan singkatnya kecuali Romi, karena dia sedang bersama Reza waktu itu. Lalu, tiba-tiba Reza menelepon saya dan saat saya angkat telepon itu, Reza belum menjawab kata "HALLO" yang keluar dari mulut saya. Mungkin dia berpikir bahwa saya tidak berani untuk mengangkat telepon dari dirinya. Setelah tertangkap basah tentang malam kemarin itu, saya lalu menceritakan semua yang saya bicarakan kemarin, tapi dia tetap tidak mau merubah sikapnya. Saat Romi menawarkan untuk berdamai, dia menolaknya mentah-mentah. Dia bilang kepada Ahan bahwa Ahan harus ingat oleh yang namanya karma, padahal dia sendiri yang dulu melakukan hal yang sama yang kami lakukan sekarang kepada saya. Dan mungkin ini karma dari perbuatannya waktu dulu karena dia juga tidak berani berbicara langsung kepada saya tentang semua kesalahan saya.

Lihat sekarang siapa yang tertawa? Lihat sekarang apa yang kamu dapatkan? Kamu tidak mendapat apa-apa sekarang, bahkan teman-teman yang dulu sering kamu suruh untuk menjemput kamu dan direpotin oleh kamu sekarang hilang. Apa yang kamu lakukan sekarang? Kamu malah mencari teman baru yang lebih tua dari kamu, tetap datang ke tempat kami biasa bercanda-ria, dan kamu tetap tidak mau merubah sikap. Itu menunjukkan sifat kekanak-kanakkan dan ketidak-dewasaan kamu dalam menghadapi masalah seperti ini. Lebih baik kamu berkaca diri, sekarang siapa yang tidak gentle? Seorang ksatria adalah seseorang yang mau mengakui kesalahannya, sedangkan kamu apa? Harusnya sebagai teman yang baik, setelah kamu tahu kami menjauhi kamu karena perubahan kamu, harusnya kamu pura-pura tidak tahu dan merubah sikap kamu 180 derajat secara diam-diam dan membuat kami terharu dengan apa yang kamu lakukan. Tapi sekarang? Saya tahu kamu tersiksa dengan keadaan yang sekarang kamu alami dan kamu cuma mencoba-coba untuk membiasakan diri dengan lingkungan sekitar. Kita lihat saja nanti siapa yang akan tertawa bahagia! Kami, atau kamu? Let see...

Wednesday, May 5, 2010

Sahabat

Gue ucapin banyak terimakasih buat sahabat-sahabat gue yang dulu selalu nemenin gue hampir 10 jam setiap hari. Kita dulu sama-sama, tapi mungkin keadaannya udah beda.Sejak Reza marah sama gue, gue tau semuanya juga bakal berakhir kaya gini. Emang sih ngga ada yang percuma, tapi ya mau gimana lagi? Gue udah berusaha minta maaf, tapi emang gue orangnya rada pemalu kalau sama orang yang abis musuhan walau sekedar buat ngajak ngobrol doang. Gue udah berusaha buat memperbaiki semuanya, cuma yaudah gue ngalah, gue lebih baik ilang dari kehidupan si Reza biar si Reza tenang, lagian udah ada Wiki kan yang ngegantiin gue? Tapi emang bener deh, Ahan emang sohib gue banget. Lu emang bener han emang bener-bener yang namanya sahabat. Saat gue susah, lu pasti berusaha bantuin gue. Emang sih gue nyesel banget harus ninggalin persahabatan ini, dan bukan maksud gue ninggalin sih, cuma gue ngebiarin kalian tenang tanpa gue. Gue berutang budi sama kalian yang udah ngasih hidup gue warna yang indah, gue ucapin terimakasih sebesar-besarnya atas semua perlakuan baik kalian sama gue.

Kalian tau ngga apa yang ada di hati gue? Sebenernya gue pengen teriak ke satu-satu dari kalian,
Buat Wiki: "Makasih ya ira dateng cuma pas butuh kita aja"
Buat Reza: "Za, asal ira tau za, kita ngga pernah punya dendam dan ngebedain ira selama ini, mungkin ira cuma salah paham aja"
Buat Ahan: "Han, makasih pisan han emang ira sahabat yang baik. Semoga ira bisa dapet sahabat yang lebih baik lagi daripada kita yang akas han. Maaf ya kita cuma bisa ngerepotin ira dan nyusahin ira han, emang keadaannya gini, ira emang yang paling peduli diantara yang lain han."

Mungkin sampai gue mati, kalian baru bisa tau apa yang ada di benak gue. Mungkin setelah gue mati, kalian baru buka postingan blog gue ini. Yaaah gue cuma bisa bilang, "Makasih ya! Assalamu'alaikum coy!"

Sunday, April 25, 2010

Putaran Dunia

"Ngga selamanya hidup ini indah, tapi semua hidup bisa dibikin jadi lebih indah" itu mungkin salah satu kalimat yang bisa saya simpulin dari kejadian ini. Semua emang berawal dari bercanda, tapi bercanda yang memang menyebalkanlah yang mengawali semua ini. Bayangkan kalian harus terbangun dari tidur kalian karena ada yang mengolesi odol di pipi, bahkan di mulut kalian, apakah itu akan terasa enak? Kalian juga pasti ngerasa sebel kan? Ya itulah, emang mungkin saya bukan temen yang asik buat kamu, yang bisa selalu diajak ketawa, bercanda terus, ngga kaya temen saya yang itu yang bisa diajak ketawa, bahkan dia bisa ngajak ketawa dan bisa membuat kamu bahagia. Emang sih hidup selalu muter, dari yang tadinya deket, bisa musuhan, emang sih saya juga tau, tapi ya kenapa harus sekarang? Di saat kita nanti akan tampil bareng pas perpisahan nanti? Yakin? Saya mah ngga yakin, kalaupun saya harus keluar dari band kalian dan cuma sekedar nonton doang juga ngga apa-apa kok, asal kamu seneng, asal saya ngga ngeganggu ato ngerepotin kalian. Selama ini saya juga sadar kalian udah baik banget sama saya, tapi emang keadaannya ya gini lah, saya emang begini.

Kenapa sih kepala saya harus pening tadi? Kenapa saya tadi harus tidur? Kenapa kamunya juga ngga minta maaf ke saya dan malah bilang saya orangnya pundungan? Emangnya enak gitu digituin? Apa kamu mau saya gituin? Apa saya pernah ganggu kamu waktu kamu lagi enak enak tidur? Lagi istirahat, kecapean, sakit, apa saya pernah ngegangguin kamu pada saat saat itu? Jangankan sama kalian yang sahabat saya, ibu saya juga sering marah karena saya sering marah, kesel pas waktu bangun udah disuruh ini itu, apalagi dikerjain, apa kalian ngerasain? Kalau bisa milih mah, saya lebih baik di rumah terus ngga keluar hari ini supaya semuanya biasa aja, tapi ya saya kan ngga tau rencana Allah. Emangnya cuma kamu yang banyak pikiran? Saya juga, kamu mah enak udah punya pacar yang bener-bener sayang sama kamu, duit juga selalu standby, kamu juga punya banyak temen, nah sedangkan saya? Saya emang bukan orang yang mudah berbaur sama orang baru, saya sadar itu, saya masih kurang pede untuk itu semua, jadi itu kenapa saya cuma punya temen-temen kalian yang ngga bisa digantiin satu sama lain.

Kalau kamu emang marah, ya tinggal bilang aja, barangkali saya masih bisa ngerubah, tapi kamunya juga sadar dong, setiap orang juga punya batas kesabaran, punya hal hal yang paling disebelin, yang paling dibenci, ya kan? Ya itulah salah satu hal yang saya benci yaitu kalau ada yang ngeganggu tidur saya dengan sengaja dan jail yang cukup keterlaluan (bagi saya). Udah berkali kali saya ngerasain ngga enaknya digituin, kamau ngga tau kan? Kalau kamu ngga tau, berarti emang kamu belum kenal saya. Yaudalah terserah aja sekarang mah, saya harus keluar dari band atau apa aja ya terserah, asal kamu bahagia, bahkan kalau kamu minta saya mati juga ngga apa-apa, lagian ngapain di dunia lama-lama kalau cuma bisanya sering nyakitin?

Ya mungkin cerita hari ini saya cuna bisa tulis segitu, kalau banyak salah ya maklumin aja, namanya juga lagi ngantuk boss, capek banget hari ini.

BYE....~

Monday, April 12, 2010

No, I can not be perfect!

Di mata kalian, mungkin emang saya lebih buruk daripada teman-teman saya, tapi kalian tidak tahu yang sebenarnya karena saya emang ngga bisa banyak cerita sama kalian. Jujur, saya takut kalian marah kalau tau yang sebenernya. Temen-temen yang selama ini saya bawa, ngga sebaik yang kalian pikirin. Kalian juga ngga tau banyak tentang kehidupan yang saya jalanin karena mungkin saya ngga bisa cerita akibat tekanan yang dulu kalian kasih ke saya. Saya berpikir bahwa selalu ada salah satu diantara kalian yang nyudutin saya dan ngga mau ngasih saya luang untuk ngasih penjelasan, untuk ngeluarin pendapat saya. Kalian pernah bilang, kalau kalian salah, kami boleh menegur, tapi yang ada selama ini jika kalian salah, kalian tidak mau disalahkan. Jujur emang saya ini cuma manusia yang sama kaya manusia yang lain, sama-sama ngga sempurna, selalu ngga puas, selalu bikin banyak kesalahan.

Kalian udah tulus ngegedein diri saya dari kecil sampai besar dan berharap saya akan menjadi seseorang yang bisa membanggakan kalian, tapi sayangnya, saya masih banyak kekurangan dan saya belum bisa membuat kalian bangga. Jujur emang saya ngga bisa sempurna, menjadi hampir sempurna, atau apa lah itu, karena saya emang begini, turunan kalian, darah daging kalian, pewaris sifat kalian, ngga jauh beda sama kalian, jadi apa yang ada di dalem diri saya ini mungkin sama dengan pengalaman dari salah satu diantara kalian waktu masih seumuran saya. Kalian juga tau, saya emang sering nyusahin, okelah nanti secepetnya saya mau cari kerja, cari penghasilan sendiri biar kalian tenang, biar kalian seneng, bahkan kalau bisa, saya mau ngasih kejutan umrah atau naik haji sama kalian, cuma saya masih belum bisa ngewujudin itu semua, saya mau keluarga ini jadi lebih baik. Saya mau ayah berubah, ngga pemarah, ngga sering nyuruh-nyuruh, mau bergerak kalau di rumah, santai, dan peduli sama keadaan anak-anaknya. Saya juga mau ibu itu peduli, tetep selalu ngedukung saya, dan bisa ngebimbing saya jadi lebih baik, karena apa?

KARENA SAYA BUKAN ANAK YANG SEMPURNA