Umur 20
tahunan adalah masa-masa manusia mencari kehidupannya sendiri, setelah mencari
jati diri di masa sekolah. Usia ini adalah usia untuk mempelajari kehidupan
yang sesungguhnya dimana di usia segini banyak orang yang memikirkan nafkah,
atau bahkan memikirkan anak istrinya. Usia ini adalah usia dimana banyak orang
merintis kehidupan mandirinya dan mencoba bertarung di dalam kehidupan seorang
diri.
Manusia
sesungguhnya selalu membutuhkan orang lain. Tetapi tidak sedikit juga orang
yang merasa sendirian. Ada orang yang hampir memiliki semua yang diimpikan
orang, tapi orang tersebut tidak bahagia. Ada juga orang yang hampir memiliki
semua yang tidak pernah diharapkan orang lain tetapi justru orang tersebut
merasakan kebahagiaan. Sesungguhnya hidup ini adalah teka-teki yang masih belum
bisa saya pecahkan. Terkadang logika yang terbatas sulit untuk memahami roda
kehidupan yang selalu berputar.
Terkadang hidup
mempertemukan dengan apa yang kita tidak sukai untuk belajar mengerti. Terkadang
hidup mempertemukan yang seperti itu demi perubahan yang baik untuk diri kita
sendiri. Terkadang manusia harus terjatuh dulu untuk bisa bangkit. Terkadang manusia
harus merasakan kehilangan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa
mendatang. Terkadang kita harus berbagi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Terkadang
hidup terasa tidak cukup padahal banyak orang yang lebih terpuruk. Terkadang hidup
terlalu banyak keinginan dan mengabaikan kebutuhan. Terkadang banyak terjadi
kesalahan untuk mengetahui kebenaran. Terkadang kita harus melihat orang lain
bahagia dan ikut merasakan kebahagiaan mereka meskipun kita dalam keadaan
sempit. Terkadang hidup selalu membutuhkan pengertian dari masing-masing manusia.
Meskipun seringkali logika dan perasaan manusia selalu sulit untuk memahaminya.
Habis gelap
terbitlah terang. Tidak selamanya mendung itu hujan. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang
ke tepian. Esa hilang dua terbilang. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap
sangkar juga. Hidup ini penuh teka-teki. Kelebihan manusia dari lahir adalah
manusia diberikan pilihan. Dan manusia seringkali memilih ke jalan yang salah. Di
saat yang lain takut tidak amanah diberi tanggung jawab, manusia dengan
tegasnya ingin mengemban tanggung jawab tersebut. Banyak orang yang ingin
menjadi pemimpin padahal pemimpin akan banyak bebannya pada saat tiada kelak. Banyak
orang yang merasa kekayaan adalah segalanya padahal nanti kekayaan kita akan
ditimbang. Banyak orang yang merasa kehidupan adalah segalanya padahal nanti
kita juga akan tiada.
Belajarlah selagi
masih diberi waktu.