Saturday, July 31, 2010

Apes di Hari Sabtu

Hari ini, dari mulai pagi sampai pulang sekolah saya benar-benar merasakan kesialan yang menurut saya tidak menyenangkan. Pertama, dari pagi saya bangun tidur, saya tidak bisa bangun pagi saat menginap di rumah teman. Saat saya sampai di rumah untuk bersiap-siap berangkat sekolah, waktu sudah menunjukkan pukul 6.00 dan saya punya janji dengan 2 orang teman saya, tapi saat saya berangkat untuk melakukan janji itu, malah teman saya sudah berangkat terlebih dahulu dan akhirnya saya telat ke sekolah. Saya di suruh berdiri selama beberapa belas menit! Ini semua karena saya merasa mules dan harus menuntaskan itu dengan segera, akhirnya banyak waktu yang terbuang. Tercatatlah nama saya sebagai siswa yang terlambat di sekolah.

Tapi ada kesialan lain lagi yang menunggu saya. Minggu kemaren, saya mengikuti kelas untuk audisi bahasa Inggris dan parahnya tidak ada satupun yang memberi tahu saya untuk mengerjakan tugas dari kelas speaking Bahasa Inggris. Harusnya saya membawa foto tentang keluarga dan pengalaman yang berkesan di foto, tapi naas tidak ada yang memberitahu saya satupun dari anak kelas X3. Dengan logat yang sok dibutuhin, guru itu  marah-marah dengan gerak bibir belepotan dalam pengucapan bahasa Inggris. Inilah yang membuat saya bad mood hari ini, guru yang selalu mau dibenarkan dan murid yang selalu tidak boleh protes! Mana bentuk negara demokrasi? Apa seperti ini? Saya merasa kesal sekali dengan guru itu!

Tak tahu takdirnya atau memang ini kesalahan saya, kesialan datang lagi. Saat bel istirahat berbunyi, kantin yang biasanya saya kunjungi untuk membeli makanan, ternyata tutup. Akhirnya saya harus ke kantin yang ramainya tidak terkira yang saya sendiri tidak suka keramaian. Tapi dengan terpaksa saya cuma membeli minum saja, karena kursi dan meja untuk makan sudah dipenuhi oleh kakak-kakak kelas dan teman-teman saya yang lain yang sedang makan di kantin itu. Perut masih terasa lapar karena saya hanya bisa meminum teh dalam kemasan gelas.

Kesialan saya masih berlanjut, bukan hanya sampai disini saja kejadiannya. Dua jam pelajaran terakhir diisi dengan pelajaran sejarah. Kebetulannya lagi, pelajaran sejarah kali ini diisi dengan ulangan. Saya menjawab 7 soal dari 10 soal, dan ternyata yang benar hanya 1 buah nomor saja! Nilai yang tercatat  cuma 10 dari yang harusnya 100, ini memang hari sial saya mungkin, atau Allah sedang menguji saya hari ini. Terasa berat, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa berdoa dan bersabar.

Yang lebih mengherankan lagi, barang-barang produksi yang seharusnya ada di gudang pabrik sekarang ada di garasi rumah saya. Saya tidak tahu-menahu tentang usaha bapak saya tersebut. Tidak ada yang cerita tentang usaha ini sekarang. Yang saya dengar hanya cerita saat beberapa minggu yang lalu. Sampai sekarang, saya cuma bisa duduk dan browsing internet di rumah, sendirian, membosankan! Saya tidak tahu apa yang akan terjadi lagi setelah ini. Yang jelas, sesudah itu, saya menemukan tidak ada makanan sama sekali, cuma ada nasi yang telah matang tanpa masakan yang lain, ataupun bahan-bahan masakkan yang harusnya bisa saya olah menjadi makanan. Semoga Allah memberikan saya ketenangan dan kebahagiaan di hari esok, lusa, satu minggu ke depan, satu bulan kedepan, bahkan kalau bisa sampai satu tahun ke depan atau selamanya. Amin...

2 comments:

  1. Wahahahhahaa...
    itu mah elo nya aja kurang Ibaah dan Amal, wakakakakk...
    makanya sekolah tuh Di Enjoyin ajaaaa....
    Ga usah dibawa badmood...
    Follow gw dim...

    ReplyDelete
  2. iya yut hahaha emang bener-bener sekarang di hari sabtu kudu ati-ati, asli hahahaha :p iya udah tak follow, ira ngga ada postingan blog sama sekali yut?

    ReplyDelete