Thursday, November 12, 2015

Membuat Dunia Tempat yang Lebih Baik

Antara aturan dan kebiasaan buruk memang seringkali sulit disatukan. Melihat sebuah kehidupan yang terlihat indah dan begitu berwarna ternyata tidak senyaman yang di pikiran kita. Iri hati pada kehidupan orang lain yang berkecukupan karena kita melihat mereka bahagia, padahal sebenarnya mereka juga punya hari dimana kecukupan mereka tidak mampu membahagiakan mereka. 

Hari ini kita dihadapkan pada keadaan yang sulit dimana istilah-istilah populer telah membenarkan kebiasaan buruk. Seperti misalnya kasus bully, dimana sebenarnya ini adalah kesalahan yang besar. Manusia hidup bersama dengan unsur kebersamaan dimana saling menghormati dan saling menghargai adalah cara yang baik untuk membuat sebuah hubungan dengan orang lain menjadi  lebih baik. Tetapi sekarang saat seseorang di-bully, terkadang orang yang menjadi bahan bully-an tersebut dibilang BAPER (bawa perasaan), dimana manusia tidak boleh menunjukkan rasa sakit hati. Di satu sisi, kasus bullying dibahas di banyak acara TV. Pada kenyataannya, kejadian bunuh diri karena merasa terhina tidak menghentikan orang lain untuk menghentikkan kegiatan bullying-nya tersebut. Sama seperti kejadian over dosis pada pengguna narkoba, atau kematian pada pemabuk juga tidak mampu menghentikkan kegiatan buruk yang mereka lakukan.

Manusia terlahir tidak tahu apa-apa, dan pada dasarnya memiliki rasa penasaran dan keingin-tahuan yang besar. Banyak di sekitar saya orang-orang yang memulai kegiatan yang membuat ketagihan pada awalnya adalah karena penasaran dan ingin coba-coba. Ada juga yang berkata, "Lebih baik muda merasakan agar tua tidak penasaran," dalam rangka untuk membela diri atas kejahatan yang mereka lakukan. Bahkan setelah bertahun-tahun mencoba, mereka bukannya puas malah terjerumus lebih dalam terperosok dan tenggelam ke dalam lubang hitam yang selalu menjerat. Dan saat itulah, saya walaupun sebagai kawan dekat tidak berani untuk menasihati, menegur, atau mencoba memberitahu apa yang mereka lakukan adalah TINDAKAN KRIMINAL.

Saya tidak pernah berharap mereka untuk ditangkap polisi, saya hanya berharap mereka bisa kembali memikirkan keluarga yang telah mereka khianati, sama seperti saat pertama kali saya ketahuan merokok oleh orang tua saya, dimana ibu saya sampai menangis di pinggir jalan. APALAGI JIKA MEREKA TAHU ANAK-ANAK YANG MEREKA PERCAYA TELAH MENGKONSUMSI BARANG HARAM, entah apa yang akan orang tua mereka katakan.

Setidaknya aturan yang ada di seluruh dunia ini dibuat demi membuat kehidupan ini lebih teratur dan lebih baik. Hanya orang-orang yang tidak berpendidikanlah yang memprovokasi kejahatan, dan berkata, "Aturan ada untuk dilanggar". Apakah kalian termasuk orang yang berpendidikan?

No comments:

Post a Comment