Thursday, February 4, 2021

Berdoa, atau Berusaha Dulu?

Banyak orang tahu umumnya ada 3 tahapan untuk menggapai sesuatu, yaitu dengan berdoa, berusaha, dan pasrah kepada Allah. Tapi, banyak juga yang melakukannya dengan berusaha, berdoa, lalu pasrah. Lalu apa bedanya dengan 2 urutan ini? Ini penjabarannya berdasarkan hasil pengamatan dari beberala sumber.

Banyak manusia yang sudah dari zaman dahulu berpikir mereka hebat, lalu muncul kesombongan yang tidak disadari. Definisi dari berusaha adalah melakukan satu atau lebih usaha untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Sedangkan berdoa adalah kegiatan merendahkan diri kepada Allah karena sadar segala kuasa hanya milik Allah. Jadi kira-kira, berdoa dulu, atau berusaha dulu?

Seperti ajaran islam, segala sesuatu dilakukan dengan berdoa. Saat ingin makan, ingin berpergian, ingin bercermin, ingin memakai alas kaki, bahkan saat ingin ke kamar mandi. Di dalam ajaran islam, ada beberapa tempat dilarang berdoa, salah satunya yang penulis tahu adalah kamar mandi. Jadi jika kalian salah satu yang meyakini berusaha dulu dari berdoa, bagaimana caranya berdoa untuk masuk kamar mandi jika sudah melakukan usaha untuk masuk ke kamar mandi?

Beberapa orang menolak pendapat ini dengan beberapa cara. Salah satunya dengan membedakan satu dan lain kegiatan atau keinginan. Seperti kegiatan lainnya adalah mencari jodoh, karena di usia penulis ini mesti banyak orang diberikan pertanyaan tentang waktu untuk menikah. Banyak orang berpendapat bahwa bagaimana mungkin menikah dengan orang yang tidak kita kenal sama sekali? Berdasarkan talbis iblis tadi, orang-orang berpacaran dulu untuk mengenal satu sama lain, lalu berdoa agar berjodoh, dan berharap bisa menikah satu saat nanti dengan pasangan yang saat ini sedang bersama. Di tengah perjalanan pacaran, salah satu dari pasangan tersebut bisa saja berdoa kepada Allah, meminta agar diberikan jodoh yang jujur, dan setia. Yang pendoa tersebut tidak ketahui adalah ternyata pasangan tidak sahnya itu tidak jujur, apalagi setia. Maka bisa saja setelah menghabiskan banyak waktu berpacaran, menabung banyak sekali catatan dosa, jodohnya digantikan Allah dengan pasangan yang jujur dan setia yang pernah didoakan orang tersebut. Jadi apakah masih mau berusaha dulu?

Contoh kejadian selanjutnya adalah dengan wabah yang ada dari tahun 2020 lalu, yaitu COVID-19 atau CORONA. Banyak sekali orang takut dengan penyakit ini, banyak sekali. Di berbagai media jelas terpampang banyak berita kematian. Yang banyak orang tidak sadari atau bahkan ingkari adalah tidak semua berita kematian itu karena penyakit ini. Ada yang kecelakaan lalu lintas, ada yang terbunuh saat perang, ada yang terkena bencana alam, bahkan ada yang tadinya sehat tiba-tiba meninggal. Tetapi, sedikit sekali dari penduduk bumi zaman ini yang di saat awal merasa sakit berdoa dulu kepada Allah agar setiap langkah ikhtiar yang dilakukan diberikan jalan untuk kesembuhannya. Sedikit sekali orang yang saat ada gejala sakit yang pertama kali dihubungi langsung dokter, padahal yang menurunkan sakit dan kesembuhan hanyalah Allah. Banyak yang sudah datang ke dokter, dirawat, lalu lupa berdoa meminta kepada Allah, lalu ikhtiarnya sia-sia.

Dengan mendahulukan berusaha dibanding berdoa dulu seperti menunda sesuatu yang benar untuk sesuatu yang terlihat baik. Kegiatan menunda ini, adalah salah satu cara setan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran. Misalnya saat adzan, setan selalu membisikan untuk menunda shalat dan meneruskan kegiatan yang sedang kita kerjakan, misalnya saat sedang bekerja. Manusia lupa untuk menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah terlebih dahulu agar setiap usaha yang dilakukan dalam rangka ikhtiar bisa mendapat ridho dari Allah untuk hasil akhir yang seorang tersebut ingikan.

Yang paling indah dari semuanya, Allah adalah zat yang maha penerima taubat hamba-hambanya. Allah tidak mempermasalahkan masa lalu hamba-Nya selama nyawa hamba-Nya belum sampai ke kerongkongan, maka Allah senantiasa menerima taubat hamba-hamba-Nya. Lalu

Thursday, November 1, 2018

20+

Umur 20 tahunan adalah masa-masa manusia mencari kehidupannya sendiri, setelah mencari jati diri di masa sekolah. Usia ini adalah usia untuk mempelajari kehidupan yang sesungguhnya dimana di usia segini banyak orang yang memikirkan nafkah, atau bahkan memikirkan anak istrinya. Usia ini adalah usia dimana banyak orang merintis kehidupan mandirinya dan mencoba bertarung di dalam kehidupan seorang diri.

Manusia sesungguhnya selalu membutuhkan orang lain. Tetapi tidak sedikit juga orang yang merasa sendirian. Ada orang yang hampir memiliki semua yang diimpikan orang, tapi orang tersebut tidak bahagia. Ada juga orang yang hampir memiliki semua yang tidak pernah diharapkan orang lain tetapi justru orang tersebut merasakan kebahagiaan. Sesungguhnya hidup ini adalah teka-teki yang masih belum bisa saya pecahkan. Terkadang logika yang terbatas sulit untuk memahami roda kehidupan yang selalu berputar.

Terkadang hidup mempertemukan dengan apa yang kita tidak sukai untuk belajar mengerti. Terkadang hidup mempertemukan yang seperti itu demi perubahan yang baik untuk diri kita sendiri. Terkadang manusia harus terjatuh dulu untuk bisa bangkit. Terkadang manusia harus merasakan kehilangan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik di masa mendatang. Terkadang kita harus berbagi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Terkadang hidup terasa tidak cukup padahal banyak orang yang lebih terpuruk. Terkadang hidup terlalu banyak keinginan dan mengabaikan kebutuhan. Terkadang banyak terjadi kesalahan untuk mengetahui kebenaran. Terkadang kita harus melihat orang lain bahagia dan ikut merasakan kebahagiaan mereka meskipun kita dalam keadaan sempit. Terkadang hidup selalu membutuhkan pengertian dari masing-masing manusia. Meskipun seringkali logika dan perasaan manusia selalu sulit untuk memahaminya.

Habis gelap terbitlah terang. Tidak selamanya mendung itu hujan. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Esa hilang dua terbilang. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Hidup ini penuh teka-teki. Kelebihan manusia dari lahir adalah manusia diberikan pilihan. Dan manusia seringkali memilih ke jalan yang salah. Di saat yang lain takut tidak amanah diberi tanggung jawab, manusia dengan tegasnya ingin mengemban tanggung jawab tersebut. Banyak orang yang ingin menjadi pemimpin padahal pemimpin akan banyak bebannya pada saat tiada kelak. Banyak orang yang merasa kekayaan adalah segalanya padahal nanti kekayaan kita akan ditimbang. Banyak orang yang merasa kehidupan adalah segalanya padahal nanti kita juga akan tiada.

Belajarlah selagi masih diberi waktu.

Friday, March 17, 2017

Kesalahan

Udah lama engga nulis blog. Orang-orang juga udah pindah ke vlog. Mungkin blog juga udah mulai engga diminatin kali ya untuk orang yang nulis cerita. Selain itu, hidup yang saya rasa semakin datar. Saya terlena dengan nyamannya posisi saya sekarang. Dan ini adalah sebuah kesalahan. Bergeraklah maju. Karena sungguh rasa bersalah karena kesalahan itu tidak akan nyaman buat hari-hari kita. Jangan pernah ingin melakukan kesalahan. Karena ini adalah...

K E S A L A H A N

Sunday, November 15, 2015

Sulit

Terlalu sulit mengerti orang lain saat merasa diri sendiri tidak ada yang mengerti. Terlalu sulit menerima hidup itu santai dan mudah saat melihat kejahatan ada di depan mata. Terlalu sulit menaati peraturan saat di sekitar kita sendiri melanggar peraturan. Terlalu sulit memberi saat diri sendiri merasa tidak cukup. Terasa sulit menghadapi kenyataan saat diri sendiri hidup di kehidupan yang semu. Terlalu sulit merima kehadiran orang lain di saat diri sendiri merasa tidak ada yang menerima.

Thursday, November 12, 2015

Membuat Dunia Tempat yang Lebih Baik

Antara aturan dan kebiasaan buruk memang seringkali sulit disatukan. Melihat sebuah kehidupan yang terlihat indah dan begitu berwarna ternyata tidak senyaman yang di pikiran kita. Iri hati pada kehidupan orang lain yang berkecukupan karena kita melihat mereka bahagia, padahal sebenarnya mereka juga punya hari dimana kecukupan mereka tidak mampu membahagiakan mereka. 

Hari ini kita dihadapkan pada keadaan yang sulit dimana istilah-istilah populer telah membenarkan kebiasaan buruk. Seperti misalnya kasus bully, dimana sebenarnya ini adalah kesalahan yang besar. Manusia hidup bersama dengan unsur kebersamaan dimana saling menghormati dan saling menghargai adalah cara yang baik untuk membuat sebuah hubungan dengan orang lain menjadi  lebih baik. Tetapi sekarang saat seseorang di-bully, terkadang orang yang menjadi bahan bully-an tersebut dibilang BAPER (bawa perasaan), dimana manusia tidak boleh menunjukkan rasa sakit hati. Di satu sisi, kasus bullying dibahas di banyak acara TV. Pada kenyataannya, kejadian bunuh diri karena merasa terhina tidak menghentikan orang lain untuk menghentikkan kegiatan bullying-nya tersebut. Sama seperti kejadian over dosis pada pengguna narkoba, atau kematian pada pemabuk juga tidak mampu menghentikkan kegiatan buruk yang mereka lakukan.

Manusia terlahir tidak tahu apa-apa, dan pada dasarnya memiliki rasa penasaran dan keingin-tahuan yang besar. Banyak di sekitar saya orang-orang yang memulai kegiatan yang membuat ketagihan pada awalnya adalah karena penasaran dan ingin coba-coba. Ada juga yang berkata, "Lebih baik muda merasakan agar tua tidak penasaran," dalam rangka untuk membela diri atas kejahatan yang mereka lakukan. Bahkan setelah bertahun-tahun mencoba, mereka bukannya puas malah terjerumus lebih dalam terperosok dan tenggelam ke dalam lubang hitam yang selalu menjerat. Dan saat itulah, saya walaupun sebagai kawan dekat tidak berani untuk menasihati, menegur, atau mencoba memberitahu apa yang mereka lakukan adalah TINDAKAN KRIMINAL.

Saya tidak pernah berharap mereka untuk ditangkap polisi, saya hanya berharap mereka bisa kembali memikirkan keluarga yang telah mereka khianati, sama seperti saat pertama kali saya ketahuan merokok oleh orang tua saya, dimana ibu saya sampai menangis di pinggir jalan. APALAGI JIKA MEREKA TAHU ANAK-ANAK YANG MEREKA PERCAYA TELAH MENGKONSUMSI BARANG HARAM, entah apa yang akan orang tua mereka katakan.

Setidaknya aturan yang ada di seluruh dunia ini dibuat demi membuat kehidupan ini lebih teratur dan lebih baik. Hanya orang-orang yang tidak berpendidikanlah yang memprovokasi kejahatan, dan berkata, "Aturan ada untuk dilanggar". Apakah kalian termasuk orang yang berpendidikan?

Thursday, April 9, 2015

Dunia Baru di Masa Kuliah

Banyak orang bilang kalau kuliah itu masa transisi manusia dari setengah matang menuju tiga-perempat matang. Di perkuliahan banyak juga yang dipelajari. Misalnya kita ketemu sama orang-orang dari berbagai daerah dengan kebiasaan yang jauh berbeda dengan kebiasaan kita dulu. Ada orang yang jadi lebih baik di masa kuliah, ada juga yang turun menjadi lebih buruk, apalagi untuk sebagian perantau yang baru mengenal dunia luar. Terkadang saya menemukan banyak orang yang sedang mencari jati dirinya yang baru di dunia perkuliahan. Bisa dibilang pencarian jati diri kedua setelah orang bilang masa SMP adalah masa mencari jati diri seseorang.

Saya melihat di sekitar saya apa yang diceritakan oleh orang tua yang sering saya ajak sharing pada saat masih di kampung halaman itu nyata dan saya membuktikan dengan kedua mata saya sendiri. Semua perasaan bercampur aduk, heran, sedih, bimbang, senang, bahagia, haus akan dunia, marah, semuanya jadi satu. Perubahan-perubahan yang saya tidak inginkan malah banyak terjadi di masa ini. Kesedihan yang mendalam melihat teman-teman yang dulu saya kenal bukanlah seperti teman-teman pada saat kami ngerumpi dulu di masa sekolah. Bahkan kawan yang sudah bersama dari semenjak pertama masuk sekolah dasar sampai sekarang-pun berubah. Ini yang tidak saya inginkan.

Pada masa kecil hingga sekarang, saya banyak melihat perubahan manusia. Dari kekanak-kanakan, hingga terkesan banyak gaya sampai akhirnya berubah lebih baik hingga kembali ke jalan yang tidak direstui mayoritas orang tua. Roda kehidupan ini terus berputar hingga manusia itu "kembali" atau sudah bingung harus berbuat apa saat menjadi orang yang sangat tua. Sebenarnya pengalaman sangat diperlukan di dalam kehidupan agar mengerti mana yang salah dan mana yang benar, tetapi ada beberapa pengalaman atau rasa keingintahuan yang harus sangat dihindari, karena jika anda berani-berani masuk ke lingkaran tersebut, anda seperti berada di lintasan bulat yang tidak mempunyai jalan menuju pit stop atau garis finish hingga anda celaka atau diselamatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa melalui orang-orang di sekitar anda.

Rasa ingin tahu manusia mungkin sedang memuncak untuk kali ke sekian di masa ini. Meskipun pahit melihat kenyataan tersebut, tapi apa daya semua bukan hak saya untuk melarang segala sesuatunya. Mungkin hati dan emosi ini terkejut melihat semua perubahan manusia di sekeliling saya berubah, atau karena saya bukanlah mereka?

Setiap ada kawan yang datang dari kota lain, saya selalu bertanya-tanya tentang kehidupan perkuliahannya. Entah itu kehidupan sosial, maupun keadaan daerah yang ditinggali oleh kawan-kawan saya. Siapapun saya tanya bagaimana kehidupannya di sana, untuk mempelajari apa yang didapat kawan saya di daerah lain. Ternyata banyak juga yang mengalami kehidupan seperti ini, dimana terkadang seseorang harus bergabung sebagai minoritas diantara kaum mayoritas. Bahkan pernah saya berpendapat kalau dunia ini lebih mencintai keburukan pada jaman sekarang.

Dari kota kecil ke kota besar, ternyata inilah kerasnya kehidupan yang disebut-sebut oleh banyak orang. Ternyata stres dan kesedihan bercampur dengan bahagia dan suka cita di sini, ya sebenarnya perasaan seperti ini tidak beda jauh dengan waktu dulu, tetapi perasaan seperti ini datangnya lebih kuat. Saya melihat banyak orang yang berjuang untuk mencoba menjalani hidup sendiri dengan mengurangi atau merasa cukup dengan pemberian orang tua, tetapi tidak sedikit juga yang masih mencari arti bahagia di kehidupan dengan cara yang salah. Saya tidak 100% benar, saya di sini hanya mengamati karena saya masih berada di antara kedua golongan tadi.

Sering kali manusia terlalu mendengarkan apa yang orang lain mau. Media massa sekarang malah menjadi racun sekarang untuk banyak kelakuan buruk generasi muda. Sampai otak ini bingung harus memutar otak bagaimana lagi untuk mengajak kawan-kawan ini untuk meninggalkan hal-hal buruk yang bisa mengecewakan orang tua yang membesarkannya. Coretan-coretan kemurkaan dan kebodohan juga banyak saya temui di fasilitas umum. Banyak orang yang mencari "orang yang berpendidikan" tanpa melihat latar belakang kehidupan pendidikannya dan apa yang telah mereka jalani. Mungkin di sini fungsi KEPERCAYAAN adalah yang utama dengan percaya bahwa seseorang dapat berubah menjadi lebih baik.

Terkadang kebencian ini meluap dan ingin bertanya kepada seluruh kawan, "mengapa kalian berubah di saat kuliah?" tetapi kadang akal sehat menyadarkan emosi ini bahwa  itu bukanlah hak manusia untuk melarang manusia lain selain keluarganya. Saya hanya ingin mengungkapkan bahwa hidup itu hanya persinggahan seseorang menuju satu tujuan dan semua yang ada di alam semesta semata-mata hanyalah milik TUHAN YANG MAHA ESA.

Monday, March 2, 2015

Perubahan Kehidupan

Akhir-akhir ini banyak sekali perubahan di sekitar lingkungan yang dapat saya temui. Banyak sekali kejadian-kejadian buruk yang terjadi. Bisa dibilang lingkungan ini hampir ada di tahap "chaos", itulah saya menyebutnya seperti pada permainan konsol yang dulu sering saya mainkan. Di level "chaos" ini, sama saja dengan level "expert" pada jenis permainan lain. Perbedaannya adalah di level "chaos", sudah pasti orang-orang "expert" bisa bertahan dan menjalankan permainan, tetapi kejadian-kejadian yang terlihat adalah kejadian-kejadian dengan taraf kerusuhan yang tinggi. Bahkan sangat tinggi. Sehingga banyak sekali orang yang bingung cara masuk dalam permainan tersebut, bahkan bingung apa perannya dalam permainan tersebut.

Kehidupan, layaknya permainan. Pasti ada tamatnya. Dan tentu ada jalan ceritanya juga. Tidak mungkin tau-tau selesai tanpa dimainkan. Maka pada dasarnya kita sebagai manusia harus menyiapkan diri dalam menghadapi permainan demi permainan yang dilontarkan oleh musuh. Tetapi kadang kita memiliki kesulitan dalam memainkan peran di sebuah permainan. Dan jika kita mengalami kesulitan, maka ada sebuah buku yang berjudul "walkthrough"  yang bisa dikatakan contekan untuk menghadapi masalah di dalam permainan. Nah orang-orang jaman sekarang ini, termasuk saya tidak dapat dipungkiri, sering sekali jauh dari buku-buku tersebut. Sehingga "chaos" yang terjadi di dalam sebuah permainan semakin buruk, bahkan belum sempat tamat kita sudah ditamati duluan oleh sistem permainan tersebut.

Saya datang dan besar di Kota Cirebon, lalu menjalankan hidup, menjalankan hidup di Kota Depok, dimana kota tinggal saya kedua-duanya tidak luput dari banyak kerusuhan manusia. Di Kota Cirebon, saya biasa mendengar istilah geng motor, dan sekarang di Kota Depok, saya mulai agak sedikit sekali kenal dengan istilah pembegalan. Sampai-sampai suatu hari saya masuk ke toilet kampus, dan melihat ada sebuah coretan "Depok Berdarah". Yang membuat saya bingung adalah ketika orang-orang malah membicarakan dengan hinaannya tentang suatu keburukan yang sedang terjadi. Contohnya seperti "main-mainlah kemari, siapa tau tidak selamat" dan kesalnya ini sudah menjadi suatu kebiasaan yang sangat biasa di masyarakat. Padahal ada sebuah ungkapan yang berbunyi "mulutmu harimaumu, ucapanmu adalah doa", dan ini banyak sekali yang tidak mengerti akan kehadiran ungkapan-ungkapan bijak ini.

Saya juga mendapatkan review dari sumber yang dapat dipercaya, yang mengingatkan pada masa pemerintahan dulu. Kerusuhan terjadi dimana-dimana dengan sebuah embel-embel yang digembar-gemborkan seperti sebuah konspirasi terselubung dengan tingkat yang ssangat umum. Saya juga heran kenapa kejadian "chaos" yang seperti ini terulang kembali. Dan saya juga masih ingat cerita-cerita orang terdahulu dengan menghilangnya banyak manusia dan masyarakat yang meresahkan secara tersembunyi. Dan saya rasa itu cukup untuk membuat orang lebih bijaksana dalam mengambil tindakan dalam kehidupan. Kriminalitas juga berkurang, dengan mengorbankan 1-2 orang sumber penyakit, bisa menyelamatkan jutaan orang. Tetapi atas azas HAM, orang-orang jahat bermuka manis bersifat iblis ini terlindungi. Saya ingat dulu ketika saya masih dalam masa balita dan di bawah remaja, orang tua saya sering memarahi dan memberi hukuman saya jika saya melakukan kesalahan. Dan itu berfek kepada penanaman moral yang baik, yang dapat disimpulkan saya akan jera untuk melakukan hal yang sama. Tetapi ini kebalikannya. Dengan melindungi orang jahat yang kita anggap "orang-orang kita", sekalipun itu penjahat tetapi kata orang itu dihormati orang banyak, kapankah adanya kejeraan yang tertanam di hati orang-orang?

Doa saya untuk kehidupan ini, semoga cepat sembuh dan saling interospeksi diri satu sama lain. Masih ada jalan untuk berbuat kebaikan dan memperbaiki diri selama ada niat yang tulus dari dalam hati.

Friday, January 16, 2015

Cerita Fakta dan Cerita Bualan

Setelah beberapa waktu sibuk dengan dunia kuliah, kembali lagi saya mengingat aktivitas untuk mengisi blog saya yang kurang lebih sudah setahun libur. Setelah sibuk mengerjakan tugas dari perkuliahan, kini saatnya untuk menulis cerita dalam waktu yang telah lewat. Inti dari cerita berikut adalah tentang kepercayaan. Pada jaman ini, banyak orang yang melakukan kebohongan demi berbagai alasan kepentingannya. Dan saya salah satu dari sekian banyak orang yang bingung dengan cerita saya sendiri. Dalam arti apakah cerita saya terdengar bualan atau memang orang yang mendengarnya percaya cerita saya adalah fakta yang telah terjadi.

Tidak saya pungkiri kalau banyak di lingkungan saya tersebar orang yang berbicara tentang sesuatu yang tidak pernah ia alami. Beberapa orang yang melakukan pencitraan memiliki berbagai alasan, salah satunya agar dapat diterima di sebuah lingkungan. Itulah alasan yang menggoyahkan saya untuk meyakini orang-orang yang mendengar cerita saya itu menganggap cerita-cerita ini adalah bualan belaka.

Pernah beberapa kali saya pulang-pergi Depok-Cirebon dengan menggunakan sepeda motor tanpa ditemani orang lain dan hanya bermodal alat navigasi dari HP. Saat pertama kali melakukan perjalanan, saya nekat saja cuma bermodal aplikasi navigasi dari HP tanpa mengetahui kebenaran tentang rute yang saya jalani. Artinya, saya benar-benar buta arah. Baru beberapa saat di jalan saja sudah terguyur hujan, pada waktu itu sore hari sekitar habis Ashar. Lalu saya sempat tersesat di daerah Bekasi karena sinyal GPS dari HP saya itu tidak akurat. Lalu saya melewati sebuah sungai atau kali yang besar di Bekasi dengan kondisi yang gelap (karena waktu itu sudah malam) dan akhirnya sampai di kontrakan teman saya di depan Graha Insan Citra, RTM, Depok. Lalu beberapa kali pulang-pergi, saya masih tetap mengandalkan HP dengan bantuan GPS dan mendengarkan instruksi dari HP melalui navigasi suara HP dengan menggunakan headset. Dan jujur, saya belum hatam beberapa patokan penting Depok-Cirebon. Beberapa orang bertanya arah mana yang saya ambil, saya cuma bisa menceritakan ciri-ciri jalan yang saya lewati tanpa tahu persis ada di daerah mana saya waktu itu.

Lalu beberapa kali saya cerita tentang kehidupan saya di Cirebon. Beberapa orang mungkin tidak percaya, dan terkadang saya suka bertanya kepada orang yang saya ceritakan pengalaman saya, apakah mereka percaya atau tidak. Percaya atau tidaknya mereka sebenarnya bukan masalah, karena hidup yang saya jalani bukan cerita yang didapat orang lain. Tetapi terkadang terasa lucu ketika melihat orang lain antara percaya dan tidak dengan cerita saya tersebut.

Lalu saya sempat beritahu tentang Bapak saya yang namanya mulai dikenal oleh beberapa orang karena beliau merupakan seorang guru di sebuah organisasi bela diri. Mungkin beberapa orang hanya sebatas mengiyakan saja. Kembali saya senyum-senyum sendiri kalau melihat reaksi yang seperti itu, hehehe.

Lalu saya bercerita tentang masa lalu saya yang naik dan turun. Saya ceritakan juga bagaimana kondisi saya yang sekarang. Terkadang juga lucu saat orang mungkin bingung dengan cerita saya. Mungkin bagi beberapa orang cerita-cerita saya ini terlalu tinggi untuk menjadi kenyataan ya? Entahlah, sebenarnya saya hanya menceritakan pengalaman saya yang sudah terjadi saja.

Di Depok sudah mau masuk semester 4 perkuliahan. Saya sudah memiliki pengalaman juga di sini. Mulai dari mengenal jalan, mengenal kondisi lalu lintas, dan mengenal jadwal kapan ada razia kendaraan di satu titik. Saya juga sudah punya kehidupan yang baru, tetapi tetap tidak akan melupakan kawan-kawan lama saya yang sudah menjadi 'sohib banget' pokoknya. Wakuncar dari Depok ke Bogor, kalau cerita yang ini mungkin masih banyak orang yang percaya karena jaraknya tidak terlalu jauh juga. Akhirnya saya tahu bagaimana kondisi di kota lain dan apa saja budaya yang terlihat sekilas pandang.

Sebenarnya waktu kecil, saya jarang berpergian. Menghabiskan masa kanak-kanak di Sumber, Kabupaten Cirebon, perjalanan sekurangnya setahun sekali dengan keluarga ke Bandung. Jakarta adalah kota yang cuma hitungan jari saya kunjungi pada waktu kecil, Bahkan jalan dari Cirebon ke rumah almarhum kakek-nenek yang di Bandung saja saya tidak tahu sampai saya melakukan perjalanan sendiri bermodal GPS HP dan sepeda motor beserta nekat yang boleh dikatakan gila untuk umur dan pengalaman saya waktu itu. Jadi, saya sendiri terkadang heran, apakah semua itu memang terjadi? Mengingat masa kecil saya yang jalan berpergian ke luar kota. Yang jadi permasalahan itu adalah soal kepercayaan. Yang saya takutkan, dengan ketidakpercayaan mereka tentang cerita saya, mereka jadi hilang kepercayaannya terhadap saya. Saya akui memang saya orangnya kepo, kepengen nyaho kalau udah urusan sosial, hehe.

Jika saja apa yang saya ceritakan menurut pembaca adalah sekedar bualan tanpa fakta yang dapat dipercaya, itu hak pembaca. Saya hanya berpikir, apakah kejujuran di dunia ini memang pahit diterima, atau menyakitkan hati orang jika seseorang mengetahuinya? Apakah kepercayaan orang tentang kejujuran hanya sebatas jawaban 'ya' di mulut tanpa keyakinan dalam hati? Entahlah. Karena saya sejak kecil dididik orang tua untuk jujur dan bertanggung jawab atas segala kebebasan yang orang tua saya percayakan :)

Monday, September 30, 2013

Berbalik Arah

Jaman sekarang, susah ya buat orang ngerti. Jaman sekarang, yang namanya jasa-jasa itu tidak dihargai lagi. Yang berlalu, biarlah berlalu. Itulah anggapan orang yang tidak pernah ingin meembalas budi.

Terkadang, kita harus berbicara lantang agar semua dapat mendengar. Terkadang juga, kita harus menerima bahwa kenyataan itu pahit. Siapa yang tahu hari esok akan menjadi apa? Dua hati tidak akan pernah menjadi satu dalam penjelasan ilmiah apapun.

Itulah yang orang sebut perbedaan. Saya pikir, perbedaan itu indah hanyalah motivasi yang sangat sulit diwujudkan. Jaman sekarang, agak sedikit susah untuk menerima perbedaan. Apalagi saat tidak ada yang mendengar kita.

Intinya jika kalian ingin berbaur, maka kalian harus berbalik arah dengan rute dan yang telah ditentukan. Jika itu yang terbaik untuk masa depanmu, maka lakukanlah.

Tuesday, September 24, 2013

Mahasiswa Baru

Tanggal 23 September 2013, saya perdana untuk menjadi mahasiswa. Belum ada satu bulan menjadi mahasiswa, sudah banyak kejadian yang saya alami, banyakannya sial sih. Dari mulai hari sebelum ospek (tanggal 21 September 2013), saya mencukur rambut saya menjadi cepak ala mahasiswa baru yang ikut ospek. Dari situ kejadian demi kejadian aneh saya alami.

Mulai dari baru selesai cukur rambut, saya merasa pusing, bukan karena botak, tapi entah kenapa saya merasa pusing setelah dibotak. Kepleset, kejedug, yang lucu lagi saat saya memasang pewangi ruangan matik, tepat sasaran setelah memasangkan baterenya pewangi tersebut menyemprot muka saya. Lalu saya dikerjain temen satu kontrakan saya. Saya makan pisang goreng yang diberi cengek di dalemnya. Karena saya sedang konsen membuka casing laptop temen, jadi saya tidak konsen. Setelah cengek tersebut tergigit, saya bilang, "cengek kirik!" namanya juga dari Cirebon.

Hari pertama masuk kuliah, saya sendirian. Ada beberapa temen kelas yang ngajak kenalan, tapi udah stuck di nanya nama doang. Jam 11.00 WIB, saya pulang ke kontrakan karena jam kuliah baru dimulai lagi jam 13.30 WIB. Saat di parkiran, saya bingung arah jalan keluar parkiran motor kemana, ternyata saat pertama saya salah jalur. Kemudian saya putar balik, yang kacaunya plat nomor motor saya tersangkut di plat nomor motor orang lain yang saya tidak tahu itu siapa. Lalu plat nomor motor orang tersebut rusak, saya juga bingung kenapa sial lagi sial lagi.

Yang terakhir, saat acara ulang tahun temen kontrakan saya, saya terbanjur oleh air gelas plastik yang dipencet temen saya lagi. Kenapa setelah botak dan jadi mahasiswa baru, hidup saya menjadi mahasiswa dimulai dengan hal yang aneh, lucu, sial, dan memalukan?

Ambil hikmahnya aja deh, mungkin abis ini saya dapet sesuatu yang asik, baik, oke, kece, trendi, funky, colorful, cheerful, hyper happy deh pokoknya, Amiin...

Tuesday, August 20, 2013

Dibutuhkan Sebagai...

Banyak orang banyak pandangan. Itu hal yang pasti. Sampai-sampai saya membuat pernyataan: "Banyak tahu banyak masalah, kurang tahu terasa hampa", pernyataan tersebut bisa anda artikan dengan banyak arti. Bisa kalian bilang hanya wacana ngaco, bisa juga anda setuju dengan pernyataan itu. Mungkin 1 di antara anda yang setuju pernah mengalami pengalaman yang mirip dengan saya (karena di dunia ini tidak ada yang sama persis). Mungkin yang pernah merasakan apa yang saya rasakan adalah mereka yang pernah galau.

Pernahkah anda memberikan pernyataan pada diri anda: "Lebih baik saya tidak pernah tahu agar tidak sakit seperti ini"? Karena manusia sering kali tidak punya pegangan teguh dan sering bingung: "Kenapa tadi saya bilang itu? Kenapa harus saya membenci hal itu? Kenapa harus terucap oleh lisan saya?". Jawabannya rumit, karena di dunia ini manusia dituntut untuk mencari tahu. Dan apa yang membuat saya menyatakan: "Banyak tahu banyak masalah"? Yaitu kita tahu tapi hanya sepotong, bukan tahu yang lengkap. Bayangkan jika anda mengerjakan sesuatu, anda hanya tahu langkah awalnya, tapi anda tidak punya ilmu yang lengkap dan semua perkerjaan yang anda pernah lakukan terhenti di angka 85%, apakah itu tidak menyesakan hati?

Tapi sebenarnya, inti dari judul yang saya berikan pada artikel saya ini bukan itu. Saya ingin bertanya kepada anda semua, pernahkah anda menjalin hubungan dengan orang lain? Saya yakin, para pembaca di sini selalu melakukan hubungan dengan orang lain. Lantas, apakah pembaca di sini pernah memiliki banyak teman? Teman yang berasal dari mana? Dari teman lama anda? Atau anda yang mencari sendiri?

Seseorang mungkin sulit untuk menerima orang baru, dibutuhkan waktu yang cukup lama dengan keberhasilan yang cukup minim. Terkadang, anda terkesan dimanfaatkan oleh seseorang yang anggap teman itu. Kenapa? Karena mereka hanya datang saat ada butuhnya saja, bahkan seseorang yang dulu pernah menjadi kawan baik anda.

Pernah saat lebaran kemarin, seorang kawan kenalan dari kawan saya yang satunya mengirimkan saya sebuah pesan singkat. Saya-pun tidak ingat kalau itu adalah hari lebaran. Setelah saya buka, ternyata dia hanya menanyakan: "Mas, laptop yang bagus buat saya untuk mainan apa ya dengan harga yang murah?" Betapa terlihat lucu, di hari yang fitri itu kawannya kawan saya tidak mengucapkan mohon maaf lahir batin. Tidak terasa pada saat itu kalau pertanyaannya yang diajukan tidak sesuai dengan momen saat itu karena saya sendiri lupa. Akhirnya saya diingatkan kawan saya saat saya pulang ke Cirebon bahwa yang kemarin mengirim pesan singkat kepada saya itu tidak juga mengucapkan maaf kepada kawan-kawan saya yang lain. Mereka bilang orang tadi datang hanya saat ada butuhnya saja dengan kami.

Itu cerita kawan yang pertama. Saya maklumkan dia hanya kawan jauh.Ada lagi seorang kawan lama saya yang sudah lama kami tidak berhubungan. Setelah sekian lama, akhirnya kami sempat berjumpa sekali-kali tanpa ada kelanjutan (jadi cuma hari itu bertemu dan selesai). Tiba-tiba datang kembali dan menanyakan saya tentang "Mas saya mau beli hp. Kalau mau nentuin hp itu bagus dilihat dari mananya ya?". Begitu kira-kira isinya. Pada saat itu saya hanya berpikir ingin membantu kawan dengan memberi saran. Setelah beberapa lama dari kejadian itu, kawan lama saya ini kembali lagi dengan pertanyaannya: "Mas kalau laptop yang murah bisa buat mainan tipe apa ya?". Lumayan terkejut saya mendengarnya karena setelah saya beri saran, tidak ada lagi yang lain. Tanpa basa-basi, dan tanpa kelanjutan.

Sekarang, saya tinggal di sini, melihat kawan-kawan yang baik-baiknya berangkat untuk kuliah, sementara saya masih menunggu 1 bulan di sini. Sangat terasa sepi karena biasanya saya main kesana-kemari hingga malam hari. Sekarang yang bisa saya lakukan hanya berdiam atau mengunjungi rumah pacar sampai sore, selanjutnya kebingungan mau kemana.

Tetapi di balik itu semua, saya patut bersyukur bahwa saya hanya diandalkan orang lain (bukan sahabat) tentang informasi yang saya miliki. Masih banyak orang lain yang dibutuhkan orang lainnya untuk diperas hartanya. Bersyukur saya bukan salah satu dari mereka yang hanya dibutuhkan hubungannya untuk diperas hartanya (karena saya tidak punya banyak).

Saturday, May 4, 2013

Di Mana Moral dan Etika Berbicara?

Sering engga kita lihat banyak banget komentar di situs-situs internet yang tajam? Apa sih efeknya buat yang dihinanya? Apa mereka denger?

Beberapa bulan terakhir, saya sering sekali berkunjung ke sebuah situs di internet yang kebetulan sudah membuat aplikasi tersendiri untuk HP saya. Kebetulan juga, di situ ada tautan untuk nambahin atau sekedar liat komentar di satu artikel. Dan, apa kalian tahu apa isinya? Banyak sekali orang-orang yang mencela sebuah produk. Di sisi lain, mereka engga bisa nyiptain sebuah produk yang lebih baik, atau parahnya mereka engga cukup mampu untuk sekedar beli produk yang mereka cela itu.

Malah parahnya, di satu komunitas yang menjunjung teknologi, mereka dengan berani tanpa adanya batas berbicara dan membagi foto-foto wanita minim busana. Siapa dan apa yang dibicarakan sama sekali tidak masuk dalam konteks dan judul dari grup tersebut. Saya tidak patut untuk mengumumkan bukti karena terkait dengan nama baik.

Bahkan di media sosial sekalipun, orang-orang dengan percaya dirinya mengumumkan tentang keburukannya. Media sosial adalah tempat umum, saya sendiri pernah bercekcok di salah satu media sosial ternama tanpa ada rasa malunya. Bahkan kini kita bisa lihat di televisi, kebencian yang disebarkan, bahkan sampai berani untuk membawa nama Tuhan.

Sebenernya, ini pada kemana semua pelajaran etika dan moral manusia lokal di sini? Menurut saya sangat perlu untuk membenahi pendidikan moral di sini. Tanpa ada maksud menyinggung orang, dengan artikel ini, saya memohon maaf bila ada satu pihak yang tersinggung.

Saturday, December 29, 2012

Tips Sukses Punya Banyak Teman

Beberapa, atau bahkan banyak orang punya kesulitan untuk cari temen sebanyak-banyaknya. Kadang-kadang susah buat seseorang untuk bisa gabung di satu siklus pertemanan. Saya salah satunya. Dulu saya cuma seseorang yang bisa punya banyak temen dari ngekor sama temen. Tapi tetep aja, saya engga pernah ngerasa punya temen yang beneran temen kalau saya terus-terusan ngekor. Maksudnya apa sih "ngekor"? Jadi, kita itu selalu diajak sama beberapa temen kita yang supel, dikenalin sama temen-temen dari beberapa temen kita yang supel itu, tapi kita tetep engga bisa sedeket mereka, temen-temen kita yang supel tadi sama temen-temennya.

Bingung kan? Singkatnya, kita engga bisa cari temen sendiri. Kita masih bergantung sama temen-temen kita untuk kenal banyak orang. Padahal sebenernya engga! Kita bisa punya banyak temen dari apa yang kita punya. Misalnya keahlian, harta orang tua, dan macem-macem. Tapi modal kita untuk punya temen itu mutusin gimana temen yang bakalan kita dapet. Maksudnya? Ngerti kan?

Jadi, kalau modal kita punya temen itu berdasarkan ngebanggain harta orang tua, kita pasti punya temen yang kalau engga anak-anak orang-orang kaya, pasti orang-orang yang suka minta-minta sama kita. Kalau kita punya keahlian, terkadang juga kita kaya dimanfaatin keahliannya untuk bisa milikin mereka sebagai temen kita. Maksudnya gimana lagi? Ya, jadi kalau kita pinter pelajaran, temen-temen kita pasti manfaatin kita untuk minta diajarin ini itu. Kalau kita modalnya tukang main, ya kita bisa macem-macem. Kalau engga bisa jaga diri, ya kita bisa terlibat kasus ini itu.

Harus gimana dong untuk dapet punya temen banyak? Caranya gampang, JADI DIRI SENDIRI, itu yang paling gampang. coba untuk berbaur sama orang-orang lain, temen kita engga cuma 2 atau 3. Dan jangan anggep sahabat sejati itu ada! Mustahil jaman sekarang ada orang yang temenan lebih dari 10 tahun engga ada konflik dan engga ada yang ditinggalin. Saya salah satunya, yang dulu punya temen-temen yang udah saya anggep sahabat, tapi sekarang mereka lupa sama saya karena saya selalu ngekor sama temen-temen itu untuk dapet temen. Dan rasanya bisa lebih sakit lagi kalau kita udah nganggep sahabat, taunya kita ditinggalin, bahkan digantiin sama orang baru yang jadi temen deket atau temen se-gengnya yang baru.

Kunci utamanya sih jangan pernah suka ngebohong ataupun sombong. Dua penyebab itu yang bikin kita dijauhin, bikin kita jadi bahan omongan orang, bikin kita engga dipercaya sama orang. Orang-orang sombong yang suka ngebohong dan yang suka nyari prestis alias gengsian, hidupnya juga bakal dimanfaatin orang-orang di sekitar. Ya iya lah, mikirnya cuma minta dihormatin doang tapi engga ngehargain orang lain. Suatu saat juga orang-orang yang begitu bisa dijauhin di kalangan sosial. Apalagi cuma omongan kosong yang ngelebihin yang baiknya dan ngehapus yang buruknya, kalau ketahuan temen-temen, harga diri kita mau dikemanain? Kata guru saya, nyontek embrio koruptor, bisa jadi dimulai dari ngebohongin diri sendiri sama orang lain. Makanya, jangan suka ngebohongin orang kalau mau dipercaya orang.

Jadi intinya, apa yang kita lakuin itu bakal nentuin apa yang kita dapetin. Kalau kalian masih susah punya banyak temen, buka diri, dan rendah hati. Apa yang Tuhan titipin ke kita itu engga bakal selamanya. Inget, roda kehidupan masih terus muter, kaya judi-judi di kasino aja di luar negeri yang ada papan bulet muter terus kita masukin koin. Kadang untung, gagal mah udah biasa hahaha.

Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman loh, mungkin di kenyataannya tiap orang punya pandangan yang berbeda-beda soal bertemen. Selamat berkawan!

Thursday, June 21, 2012

Tips Mengerti Perempuan Agar Pacaran Awet

Perjalanan hidup terus berlangsung. Pelajaran demi pelajaranpun kita dapetin. Remaja-remaja juga banyak yang sering galau, mau itu remaja cewek, ataupun remaja cowok. Saya, sebagai remaja cowok, punya tips-tips buat kalian untuk membuat si doi lebih seneng dan nempel sama kamu.

Yang pertama, cari tahu dulu apa kesukaan doi, gimana tipe manusia kaya doi, dan cara jitu ngebuat doi kelepek-kelepek sama kamu. Cewek itu pasti punya kelemahan, tugas kita sebagai laki-laki adalah cari titik lemah si doi biar kita bisa jitu ngedeketin si doi. Buat kamu yang jomblo, jangan kelamaan dan jangan juga terlalu cepet nembak pas lagi pedekate. Kalau mau nyatain cinta, buat suasana seromantis mungkin, kasih dia kenang-kenangan berupa barang (enggak perlu mahal juga) yang bisa bikin si doi ngenang masa di mana kamu nembak si doi.

Yang kedua, cewek itu suka diperhatiin. Kasih perhatian ke si doi enggak peduli status kalian udah jadian ataupun masih pedekate. Walaupun cewek itu jutek, cuek, dan nyebelin, pasti cewek itu seneng diperhatiin gimanapun keadaannya. Jadilah tempat curhat untuk doi, biar makin nempel dan mesra. Tapi saat kamu jadi tempat curhatnya si doi, kamu jangan terlalu berlebihan ngasih saran dan yang lebih parah lagi kalau kamu malah nyalahin si doi pas lagi sedih. Si doi bisa-bisa kapok buat curhat lagi sama kamu.


Yang ketiga, jangan pernah bawa-bawa urusan duit kamu di dalem hubungan kamu. Walaupun si doi enggak matere, tapi lama kelamaan sifat materenya bisa muncul karena kamu selalu ngukur apa-apa pake duit. Inget sob, duit enggak pernah bisa ngejamin kebahagiaan permanen, duit itu cuma bisa ngasih kebahagian sesaat dan kesengsaraan di belakang. Jangan dibiasain deh bawa si doi ke tempat-tempat yang mahal, tapi sesekali doang mah boleh sih biar si doi ngerasa istimewa sebagai cewek kamu.


Yang keempat, cewek itu enggak bisa dikerasin. Semakin kamu keras, semakin hatinya doi kaya berlian, walaupun dari luarnya bagus tapi kerasnya minta ampun. Kalau ada masalah, omongin pelan-pelan, jangan pake kekerasan dan jangan pernah kamu sampai ngomong kata-kata kasar ke dia. Suatu saat apapun yang kamu lakuin bakal balik lagi ke kamu lewat kejadian di masa depan.


Yang kelima, jangan pernah lupa nunjukin keseriusan kamu sama si doi, kecuali kalau doi kamu itu playgirl dan kamu cuma main-main sama si doi. Nunjukin keseriusan kamu bisa dengan berbagai jalan. Kamu bisa ngenalin si doi sama orang tua kamu dan minta ke si doi untuk dikenalin ke orang tuanya biar lebih akrab dan lebih tenang kalau bawa doi pergi. Tapi kalau emang si doi belum siap bawa kamu ke orang tuanya atau dikenalin sama orang tua kamu, ngertiin aja si doi mungkin doi lagi galau atau belum yakin hubungan ini sukses, dan inilah saatnya kamu mikir ada apa sampai si doi enggak mau ketemu orang tua kamu.


Poin terpenting dari semuanya, jangan melulu ngalah sama cewek. Walau gimanapun, kamu ini cowok dan enggak sepantesnya ditindas sama cewek. Kalau lagi masa pacaran aja udah ditindas, gimana nanti kalau kamu jadi suaminya? Menurut seorang laki-laki dewasa yang sudah berpengalaman, jangan cari calon istri yang susah nurutnya, karena nanti kalau kamu udah berumah tangga, bisa-bisa si doi malah bikin kamu jadi suami yang takut istri.

Sebenernya masih banyak cara untuk ngebuat hubungan pacaran kalian awet. Tapi pada intinya, suatu hubungan akan berhasil kalau didasarin kedewasaan, pengertian, keterbukaan, kesabaran, ketulusan, dan  iman agar kita enggak akan ngelirik yang lain. Jauhin yang lain, dan terus deket sama si doi. Semoga hubungan kita sukses sampai tua, amin.

Sunday, April 22, 2012

Belajar Dengan Bahasa

Jaman sekarang, semua orang pasti membawa setidaknya satu ponsel. Mulai dari anak SD, sampai orang tua sekalipun pasti sudah memegang ponsel untuk komunikasi ataupun beberapa hal lain, karena jaman sekarang ponsel tidak hanya untuk telepon, tapi jaman sudah canggih.

Dari beberapa tahun lalu, ponsel sudah bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti untuk mendengarkan musik, menonton video, menjelajahi internet, dan lain sebagainya. Bahkan, beberapa waktu lalu, perusahaan ponsel besar di dunia, Nokia, mengumumkan karya yang lebih maju dengan membawa kamera 41 megapiksel dengan tipe 808-nya. Ponsel juga sudah bisa digunakan sebagai pemancar sinyal wifi dengan bantuan software tergantung pada sistem operasinya. Atau digunakan sebagai pemutar media portabel dan menggantikan fungsi komputer pribadi.

Semakin maju perkembangan teknologi, tidak banyak sesuatu yang baru. Cuma perkembangan dari teknologi sebelumnya, karena sudah banyak teknologi lama yang mewakili yang hanya butuh perkembangan. Semakin banyak model ponsel, semakin banyak inovasi yang bermunculan. Layar sentuh mulai menjadi tren dunia ponsel hingga hampir di seluruh bagian dunia. Sistem operasi mulai berkembang, yang menang akan bertahan, yang kalah akan tertinggal. Dukungan aplikasi pihak ketiga akan menghidupkan sebuah sistem operasi ponsel untuk laku di pasaran. Semakin hilang pembaharuan dukungan perangkat lunak, semakin hilang pula ketenaran produsen ponsel yang menggunakan sistem operasi tersebut.

Pengguna ponsel pintar atau smartphone sudah mulai banyak. Arti ponsel pintar itu sendiri adalah akan lebih pintar bila dioptimalisasikan oleh penggunanya. Suatu ponsel akan terasa biasa saja jika tidak ada pengoptimalisasian dari penggunanya. Pengubahan tampilan adalah salah satu hal di dalam ponsel yang membuat suatu ponsel menjadi lebih menarik untuk digunakan dan dilihat. Kita bisa membuat seseorang takjub dari tampilan, benar saja itu memang nyata.

Tetapi yang paling penting dari semuanya, adalah pengertian pengguna dalam menggunakan ponsel pintarnya. Artinya, tidak sedikit pengguna ponsel yang hanya mengikuti tren ponsel tanpa mengerti betul cara menggunakannya. Setiap sistem operasi ponsel memiliki fitur-fitur dengan letaknya tersendiri dengan istilahnya sendiri walaupun sama fungsinya.

Sebenarnya sangat mudah untuk mempelajari sistem sebuah ponsel dengan sistem operasinya. Hanya dibutuhkan kemampuan anda dalam bahasa Inggris dan keberanian anda untuk mencoba satu menu yang tidak anda ketahui fungsinya agar mengetahui apa arti bahasa yang muncul di layar ponsel anda. Contoh, kita mengenal jailbreak pada produk dengan sistem operasi iOS, dan root pada sistem operasi Android, atau yang paling simpel adalah hack pada sistem operasi symbian. Bahasa-bahasa pada sistem operasi itu berbeda, itu hanya istilah. Pada dasarnya, kegunaannya tidak beda jauh hanya untuk membuat pengguna lebih leluasa dalam menggunakan ponselnya.

Jaman sekarang sudah semakin simpel. Pengguna ponsel dibuat lebih mudah untuk melakukan hal-hal yang dulu sulit dilakukan, seperti mengatur kotak masuk email pada ponsel symbian yang mengatur ini itu terlebih dahulu pada jaman dahulu, sedangkan pada jaman sekarang hanya dibutuhkan koneksi internet agar kotak masuk email anda bisa digunakan pada ponsel anda.

Jadi kesimpulannya, jangan takut mencoba menu yang ada di dalam ponsel anda. Bagaimanapun anda salah masuk menu, tidak akan merusak total ponsel. Jangan juga takut rusak, karena sekarang anda bisa memperbaiki ponsel anda dengan lebih mudah dengan membaca petunjuk dari internet dan keberanian. Selamat mencoba, pembaca!

Sunday, February 5, 2012

Sunday, January 22, 2012

Galaxy Mini

Kemaren malem, gue akhirnya bisa beli Android yang dari dulu gue mau. Galaxy Mini, yang punya OS bawaan froyo, langsung gue upgrade gingerbread. Lancar dan asik. Gue nulis sekarang juga lewat Android ini.

Galaxy Mini punya hardware yang memang sudah ketinggalan di jaman sekarang. Prosesornya juga cuma dikasih 600 Mhz dari pabrikan, walaupun para pengembang software udah nyediain custom firmware yang ngasih fitur overclock, tapi tetep aja enggak akan se-stabil punya android lain yang dari pabrikannya dikasih prosesor 800 Mhz. Layar hpnya juga tergolong mungil dan "pas-pasan", ngebuat pengguna Galaxy Mini kurang nyaman untuk ngeliat ke layar, mainin game, dan ngelakuin kebiasaan di ponsel layar sentuh. Tapi layar Galaxy Mini udah dikasih fitur layar sentuh dengan sensor kapasitif, jadi engga perlu takut susah untuk ngeoperasiin layar pake jari.

Harganya juga tergolong murah banget karena Samsung saat ini lagi jaya dengan ponsel-ponsel pintar Androidnya, tapi Samsung masih rendah hati mengeluarkan produk-produk smartphone dengan harga dan spesifikasi minim supaya orang-orang bisa nyicipin sistem operasi Android yang lagi naik daun ini.

Kalau terus menggerutu karena fitur di Galaxy Mini itu tidak memuaskan, anda salah besar membeli ponsel ini. Ponsel ini ditujukan untuk kalangan menengah ke bawah, jadi jangan pernah membandingkan ponsel ini dengan smartphone dari Apple, misalnya iPhone 3GS. Walaupun iPhone 3GS punya prosesor dengan clock-speed yang sama (di 600 Mhz), tapi konfigurasi sistem, hardware lain (misalnya GPU, RAM, resolusi layar) dan sistem operasinya berbeda, jadi wajar aja kalau Galaxy Mini enggak bisa disandingin sama iPhone 3GS karena jelas-jelas harganya juga berbeda.

Wednesday, October 26, 2011

Belajar Sabar

Perasaan banyak banget postingan blog gue yang ada judulnya belajar? Kenapa gue pake kata "belajar"? Karena belajar itu setiap saat, ngga mandang dimanapun, kapanpun, dengan banyak objek, dengan pengamatan yang jelas itu disadarin atau ngga. Belajar, belajar, dan belajar. Banyak pelajar yang bosen sama pelajaran di sekolah, karena pembelajaran di sekolah itu kurang hiburannya.

Belajar itu ngga cuma teori, tapi dalam sebuah permainan juga kita bisa belajar. Contohnya, belajar menghargai orang lain, ataupun belajar menerima kekalahan. Kenapa orang bilang pengalaman itu adalah guru yang paling berharga? Karena pengalaman bakal ngebuat kita belajar, belajar untuk ngga ngulangin suatu kesalahan di masa lalu. Di dalem kehidupan, kita dituntut untuk ngga egois, untuk berbaur dengan masyarakat. Sebenernya tanpa sekolahpun kita masih bisa sukses, bahkan lebih sukses dari orang yang belajar di sekolah.

Inget penemu-penemu dulu? Alexander Graham Bell, apa dia belajar sampai belasan tahun di sekolah? Beliau jauh lebih banyak belajar melalui praktek. Menyepelekan SMK? Justru SMK itu lebih efektif dari pada SMA Negeri. Kenapa? Karena lebih banyak praktek di dalam pembelajarannya. Apa kalian bisa inget rumus-rumus fisika, matematika, kimia seluruhnya? Kalaupun iya, apa kalian ngerti apa fungsi dari rumus-rumus itu? Kalian juga pasti bingung kan? Di SMK, teori-teori itu dipraktekkan dan pastinya lebih efektif, masa ingatnya juga lebih lama.

Inget Bill Gates? Dia juga sampai keluar dari Universitas yang ternama sedunia, inget sedunia bukan senegara. Apa dia jatuh miskin? Dia malah jadi orang terkaya pertama di dunia! Apa harus lulus kuliah untuk bisa jadi sukses? Ngga kan? Semuanya itu butuh kesabaran. Sabar, sabar, dan sabar. Optimis! Ngga ada yang bisa ngerubah masa depan kalian kecuali diri kalian sendiri.

Kenapa judulnya ngga sama kaya isinya? Gue cuma mau ngingetin kalian doang tentang konteks pembelajaran yang lebih efektif. Sekarang gue ngebahas tentang belajar sabar. Sabarlah saat teman kalian menyebalkan. Sabarlah saat permintaanmu kepada orang tuamu tidak dituruti. Sabarlah jika doa-doamu belum dikabulkan oleh-Nya. Bersabarlah, insya Allah kamu akan dapet yang lebih baik dari apa yang kalian minta.

Sabar sama temen? Buat apa? Mereka itu ngeselin, ngejengkelin, dan lain-lain. Tapi, kalau kita ngehadepin dengan emosi, apa bakalan lebih baik? Yang ada, setiap ngeliat mereka, kita malah jadi pengen cepet pergi, ngebuat dunia serasa sempit. Semakin banyak musuh, semakin sempit dunia kita. Terlalu banyak pengalaman pahit, tapi itu ngebuat gue ngebangun pribadi yang lebih ngerti untuk ngejalanin hidup yang lebih baik. Itu semua konteks dari belajar sabar menurut gue. Semuanya harus dihadepin dengan santai, kalau kalian dikuasain sama emosi, percaya masalah kalian bukannya selesai, tapi malah tambah ruwet. Bikin hidup kalian ngga nyaman. Kenapa gue bisa ngomong gitu? Karena gue udah banyak ngalamin kejadian-kejadian dimusuhin temen-temen. Belajar dari pengalaman gue, ngga bakal nyesel.

Coba sabar, coba sabar, coba sabar. Kalian bisa ngedeketin diri kalian ke temen-temen, lebih baik, lebih asik, lebih seru. Emang ngga gampang buat nerima perbedaan sifat dari temen-temen, karena biasanya sifat itu nyebelin. Tapi coba dibalik keadaannya, apa mereka ngga sebel sama beberapa sifat kita? Coba sabar dan jangan egois. Mau sukses? Sabar lah, optimis, dan tetap berusaha! Semoga berhasil.

Saturday, October 22, 2011

Cinta, Harapan, dan Pengorbanan

Anak-anak remaja pasti sering ngerasain yang namanya cinta monyet (bukan berarti cinta sama monyet). Pasti di setiap cerita cinta monyet itu ada pengorbanan yang entah itu kecil ataupun besar. Berharap pengorbanan itu bisa ngebuahin yang namanya cerita cinta yang indah. Tapi apa kami, para remaja Indonesia ngerti cara ngebuat cerita itu jadi indah? Kebanyakan berhenti di tengah jalan.

Keegoisan adalah salah satu faktor yang ngebuat cerita itu menjadi rusak. Kayanya, setiap keegoisan itu ngebuat satu menit berasa 1 jam. Kesal tiada tara, membuat kita ingin membanting semua yang sedang kita genggam. Siapapun pasti ngerti gimana rasanya disakitin, pasti ngga enak banget! Berkali-kali gue udah nyoba buat ngerti keadaan dan situasi, tapi rasa pengertian itu malah ngebuat gue disalahin dan kalah. Ngga pernah dianggep bener sama di setiap sudut pandang orang yang satu dengan yang lainnya. Pernah kalian mikir gimana rasanya hidup di dalem kesendirian, kehampaan, dan kesepian? Kesendirian karena terlalu sering disakiti, kehampaan karena meninggalkan semuanya demi 1 cinta, kesepian karena menunggu orang yang kita tunggu tapi tidak kunjung datang.

Semuanya diawalin dari sekolah. Dari sekolah, cerita-cerita baru itu muncul, entah itu kisah persahabatan yang erat, atau kisah cinta yang ngebuat kita senyam-senyum sendiri. Setiap hari di jalanan, kita banyak nemuin orang-orang yang ngga kita kenal, ngeliat semuanya cuek berjalan sendirian. Apa kita bisa nilai mereka yang baru kita temuin? Ngga akan pernah bisa akurat! Seorang psikolog pun harus mencoba berinteraksi dengan target jika ingin membaca semua masalah sang target. Jangan pernah menilai orang terlalu cepat, karena penilaianmu bisa saja 180 derajat berputar. Kalian juga pasti udah sering denger pepatah "Jangan menilai buku dari sampulnya", maksudnya jangan nilai seseorang dari penampilan, karena penampilan tidak mencerminkan hati seseorang.

Selama gue hidup, gue bisa nyimpulin satu. Kalian jangan pernah ngeganggu hubungan orang lain, walaupun orang itu kalian sayang, kalian rasa kalian ngga bisa kehilangan dia, tapi udahlah ngga usah ngeharepin dia. Berjalanlah, karena kamu belum tau berapa orang yang sayang sama kamu yang lagi bersembunyi di belakang layar, dan berapa orang yang lagi nunggu kamu di seberang jalan sana. Dari pada nungguin yang ngga pasti, lebih baik kamu hapus cerita nyakitin itu. Percayalah, kalau kamu lanjutin ngerusak hubungan orang, maka karmamu juga akan berbalik menyerangmu. Suatu saatpun akan ada orang yang mengganggu hubungan kamu dengan orang yang lagi kamu pacarin itu. Coba buka mata kamu, dan kamu akan ngerangkai cerita baru yang jauh lebih baik dari pada mempertahanin hubungan kamu yang kaya gini.

Tuesday, October 18, 2011

Pengalaman SMA

Banyak banget yang bakal dan yang sudah kita alamin di SMA. Mulai dari cerita cinta monyet, kenakalan anak-anak SMA, banyak lah pokoknya. Cerita SMA itu bukan sembarang cerita, karena di SMA-lah tempat kita mengembangkan diri dan kepercayaan diri. Cerita cinta di sekolah adalah salah satu yang pastinya paling asik diomongin sama kalian para pembaca yang masuk ke golongan SMA, iya kan? Di SMA ini kita bakal ngerasain namanya sakit hati, seneng, bahagia, dan "galau". "Galau"? Apa sih "galau"? Kenapa harus ada "galau"? Gue sendiri sering banget yang namanya ngerasain galau. Di Twitter juga, kalau gue udah ngomongin yang berbau galau, suka ada yang setuju sama tweet gue tersebut.

Galau itu sebenernya perasaan cengeng, perasaan lemah, perasaan yang lembut dari diri manusia. Siapa sih pencipa galau? Galau itu dateng sendiri selama kalian masih punya hati. Kenapa harus galau? Galau itu kan bikin ngga enak hati, bisa bikin bunuh diri? Gimana sih biar ngga galau? Semua orang juga pasti maunya ngga ngerasain yang namanya galau. Tapi kalau ngga galau, rasanya ngga hidup men. Sumpah deh pasti bete banget kalau sampai gue ngga ngerasain yang namanya galau, ngga ada tantangan men! Galau itu udah paling enak kalau diiringin lagu favorit kita masing-masing. Selera gue beda sama selera kalian. Kalau gue galau, gue sering setel lagu bergenre hardcore, bukan malah lagu pop. Nyetel lagu pop pas galau itu cuma terjadi di SMP doang, karena selera gue udah berubah. Coba deh kalian dengerin lagu dari band Asking Alexandria, judulnya "Someone Somewhere". Grup band Asking Alexandria emang berkecimpung di dunia hardcore, tepatnya Post-Hardcore, tapi khusus di lagu "Someone Somewhere", ngga ada sama sekali yang namanya scream atau teriak-teriak yang kata kalian ngga jelas yang menurut gue keren. Coba deh kalian pahamin, resapin liriknya, dengerin irama galaunya, kalian pasti suka!

Cukup deh cerita tentang galau. Apalagi dong cerita di SMA? Ya salah satunya lagi ya kenakalan anak SMA. Kalian mungkin udah biasa ngeliat anak SMA ngerokok di depan umum, bahkan beberapa dari kalian juga pasti tau anak-anak SMA zaman sekarang itu lebih parah dari ngerokok. Ada yang mabok-mabokan, ngeganja, ngobat, ngetrekin ade kelas, banyak lagi deh. Ngga semua dari kalian pernah ngerasain pahitnya jadi ade kelas kan? Waktu gue kelas 10, gue sempet ditarik ke WC terus dipalakin untuk beli rokok. Hampir setiap hari, ada aja yang ngerokok di WC sekolah. Yang namanya pulang jam 4 dari sekolah itu emang ngebosenin banget! Kecuali kalau selama belajar di sekolah, kalian ngeliat gebetan dan orang yang kalian taksir. Gue jamin, kalian pasti betah di sekolah, apalagi gebetan kalian itu satu kelas sama kalian. Asik ye asik ye? Hahaha kacau emang anak-anak SMA. Paling enak kalau udah jam istirahat kedua, gue sama beberapa temen gue diem-diem keluar dari sekolah buat ngerasain yang namanya angin luar. Sumpah nih sekolah lama-lama udah kaya penjara banget! Kalau boleh milih, lebih baik sekolah tiap hari pulang jam 1, gue jamin efektif tuh belajar. Coba aja pulang jam 1, anak-anak juga pada seneng di sekolah. Nah kalau kaya gini? Pastinya pada males sekolah, mending bolos diluar bisa ketemu temen-temen yang sekolahnya beda sama kita, iya kan?

Kalian pasti punya cerita sendiri-sendiri di SMA. Cerita di SMA itu cerita yang luar biasa menurut gue. Namanya anak remaja mau gede, ya pasti banyak ceritanya dan udah banyak ngerti tentang banyak hal. Cerita tiap anak-anak SMA pasti beda-beda. Ada juga yang cinlok di ekskul, kejadian ini juga ngga jarang terjadi. Sering banget gue liat anak ekskul yang sama pacaran, apalagi ekskul yang akhir-akhir ini lagi gue tekunin, yaitu pramuka. Sumpah enak banget kebersamaan anak-anak pramuka, sampai banyak yang jadi korban cinta lokasi. Tapi ngga apa-apa, itu semua kita anggep sebagai pelajaran hidup. Kapan lagi kalau bukan di SMA kalian ngalamin kesenangan ini? Buat kalian yang selalu belajar, inget aja kalian belum tentu sukses kok. Selamat berpikir!